Yogyapos.com (BANTUL) - Akibat terdampak pendemi Covid-19, Unit Pelayanan Terpadu Perdagangan (UPTP) Metrologi Kabupaten Bantul yang yang bernaung di bawah Dinas Perdagangan, terpaksa menurunkan target perolehan retribusi di tahun 2020.
"Semula kami mentargetkan untuk memperoleh retribusi sebesar Rp 100 juta. Namun karena adanya Covid-19 targetnya diturunkan menjadi Rp 50 juta pada tahun 2020," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Drs Sukrisna Dwi Susanta MSi didampingi Kepala UPTP Metrologi, Henry Hartanti SpMM yogyapos.com, di ruang kerjanya, Jumat (26/6/2020).
Menurut Henry, penurunan target retribusi dilakukan karena jumlah pengguna jasa (masyarakat) yang melakukan tera ulang alat penimbang kepada UPTP Metrologi berkurang.
Semula UPTP melayani kepada masyarakat ke lokasi diantaranya di pasar-pasar tradisional dengan menerjunkan para petugasnya. Namun sejak ada Covid-19 terpaksa hanya melakukan pelayanan di kantor. Artinya masyarakat yang menginginkan layanan tera ulang harus datang ke UPTP.
Cara yang ditempuh adalah petugas dari UPTP mengambil alat penimbang ke masyarakat dan selanjutnya melakukan pengujianya ke UPTP Metrologi Bantul.
"Cara ini terpaksa kami tempuh karena terkait dengan mentaati protokoler pencegahan dan pemberantasan Covid-19,” katannya.
Sedangkan mengenai realisasi perolehan retribusi tera ulang di UPTP Metrologi Bantul periode Januari hingga pertengahan Juni 2020 mencapai Rp 34.652.900. Jumlah alat timbang yang dilakukan tera ulang ada 3.961 unit.
Targetnya Rp 50.000.000, sehingga sejak pertengahan Juni hingga akhir Desember 2020, direncanakan akan memperoleh retribusi Rp 15.347.100 dengan jumlah alat timbang yang ditera (diuji ulang) belum bisa diketahui secara pasti. (Supardi)
