Warga Sesalkan Lambannya Penanganan Sungai Bulus yang Kerap Meluap

share on:
Kondisi Sungai Bulus Dusun Manggung Kalurahan Sumberagung Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul, saat airnya meluap || YP-ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Tiap penghujan tiba, warga Dusun Manggung Kalurahan Sumberagung Kapanewon Jetis Kabupaten Bantul kerap dibuat waswas. Pasalnya, banjir kerap melanda wilayah tersebut saat Sungai Bulus meluap. 

BACA JUGA: Peradi Yogyakarta Dampingi 50 Korban Daycare Little Aresha, Siapkan Gugatan Perdata

Hingga saat ini dampak luapan sungai ketika hujan deras yang belum teratasi. Mereka berharap kepada pemerintah segera melakukan penanganan.

Haryono warga Dusun Manggung, Kalurahan Sumberagung Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul

Salah satu warga Manggung, Haryono mengungkapkan, banjir terjadi jika Sungai Bulus meluap karena kiriman air dari wilayah utara seperti, dari Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, selain merendam permukiman warga, dampak lain tanah sekitar tergerus aliran air.

BACA JUGA: Seorang Karyawan P3K Sleman Tewas, Ada Luka Sayat di Leher

"Jika musim hujan, banjir yang cukup parah dengan ketinggian air bisa mencapai hingga dua meter di permukiman warga, di titik tersebut juga terjadi penggerusan tanah, kemungkinan besar dipicu endapan di dalam sungai," ungkap Haryanto.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu sudah ada kunjungan lapangan atas aduan kami, antara lain dari Komisi C DPRD DIY dan BBWSSO, warga berharap segera dilakukan penanganan dengan dikerahkan alat berat, namun hingga kini belum ada realisasi.

BACA JUGA: Polisi Resmi Tetapkan 13 Tersangka Kekerasan terhadap Anak di Daycare Little Aresha

"Kita dijanjikan dan akan ada mobilisasi alat berat dari BBWSSO sekitar dua minggu, namun hingga kini belum ada kejelasan, makanya kami bertanya-tanya, datangnya (alat berat) kapan?," sebutnya, Jumat (15/5/2026).

BACA JUGA: 200 Ribu Anak Terpapar Judol, Menkomdigi Ajak Keluarga Perkuat Pengawasan

Dukuh Keyongan Sabdodadi Bantul Arwan Sanusi, menambahkan, wilayahnya juga terdampak dari kondisi sungai yang memburuk. Penyebab rusaknya daerah aliran sungai ditandai dengan peningkatan debit air dan tingginya sedimentasi, tanah sekitar tergerus.

"Di lokasi itu ada tanah kas desa tergerus aliran sungai, karena bergesernya alur aliran air menerjang lahan milik Kalurahan Sabdodadi, dan ada banyak sedimentasi di alur sungai," jelas Arwan.

BACA JUGA: Mr Waluyo KH 66 Siap Nglencer ke Konkurs Perkutut Phoenix Cup di Lapangan Karanggayam

Disebutkan, dengan kondisi tersebut warga telah berinisiatif secara mandiri melakukan membersihkan material yang menyumbat alur sungai agar aliran air lancar saat curah hujan tinggi.

BACA JUGA: Lomba Hafalan

"Warga sudah bergotong-royong, melakukan penebangan pohon-pohon bambu selama satu bulan dengan biaya swadaya warga," sebutnya.

Menurutnya, di lokasi terdampak hingga saat ini belum tersentuh pembangunan, termasuk anggaran dana desa.

BACA JUGA: Menteri Jumhur Hidayat Tegaskan Komitmen Pengelolaan Sampah

"Kami berharap setelah ada pengerukan sedimen, dilanjutkan pembangunan talud atau pemasangan bronjong,"sambungnya.

Sementara itu, Kasatker OP Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Shakti Rahadiansyah menjelaskan, pihaknya telah mengagendakan mobilisasi alat berat.

"Sesuai jadwal akan kita mulai hari Senin tanggal 18  Mei 2026," jelas Shakti menjawab konfirmasi yogyapos.com. (Opo)


share on: