Waspada! Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, Ini Penjelasan BPPTKG

share on:
Penampakan Gunung Merapi, pada Kamis (21/03/2024) mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat terjadi sebanyak 22 guguran lava pijar ||YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gunung Merapi terus mengalami guguran lava, selama periode pengamatan Kamis (21/03/2024) mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tercatat terjadi sebanyak 22 guguran.

“Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1600 meter, total terjadi 22 guguran lava,” kata petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Ahmad Sopari dan Yulianto.

BACA JUGA: Tim Hukum Nasional AMIN Resmi Ajukan Gugatan Hasil Pilpres 2024 ke MK

Dijelaskan, status Gunung Merapi masih dalam  Level III (Siaga), potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km,” jelas Sopari.

Untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

BACA JUGA: Konsumen Apartemen Malioboro City Sepakat Membentuk P3SRS, Hampir Kelar

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, termasuk  mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” imbaunya.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2968 mdpl, terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY dengan Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten Provinsi Jawa Tengah.  (*/Opo)


share on: