Wawali Yogya Ajak Warga Ciptakan Malioboro Bersih, Aman dan Nyaman

share on:
Wawali Yogya Drs Heroe Poerwadi saat membuka peluncuran program ronda kebersihan, penanaman bunga anggrek serta maket lapak PKL || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) -  Malioboro adalah milik kita bersama. Harus tercipta kondisi yang aman, nyaman dan bersih dari sampah. Kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya harus digalakkan.

Mengusung spirit tersebut, Selasa (14/1) sore, di depan Gedung DPRD DIY, Paguyuban Kawasan Malioboro meluncurkan program ronda kebersihan, penanaman bunga anggrek serta launching maket PKL. Acara diawali dengan doa, pemotongan tumpeng, penanaman bunga anggrek dan seremonial memukul kentongan secara bersama-sama.

Dalam sambutannya, Wawali Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA, menegaskan jika keindahan dan kebersihan kawasan Malioboro menjadi tanggung jawab bersama. Baik para PKL, relawan, komunitas, pengunjung hingga pihak terkait.

“Semua harus bersinergi dalam menciptakan Malioboro yang bersih,aman dan nyaman. Masyarakat harus bisa menjaga kecantikan pedestrian di kedua bahu jalan. Jika sudah sedap dipandang dan tidak ada bau sampah otomatis membuat nyaman dan magnet wisata semakin terangkat. Kami sangat mengapresiasai langkah Paguyuban Kawasan Malioboro yang concern tentang kebersihan, fokus pada aspek go green serta penataan unit PKL,” kata Hero Poerwadi.

Wawali Yogya menambahkan, kegiatan ini juga untuk melengkapi program Total Care Clean Malioboro yang telah diluncurkan tempo waktu dengan mengusung Maskot Jaka Lisa (Jaga Kebersihan – Lihat Sampah Ambil). “Jadi semua kegiatan dengan upaya mewujudkan keindahan Malioboro harus saling terintegrasi satu sama lain. Pada bulan Maret mendatang, Pemkot akan membangun sejumlah titik untuk merokok. Jadi sudah tidak bisa lagi merokok sembarangan di kawasan Malioboro. Untuk mekanisme dan sanksi bagi pelanggar sedang kami kaji,” imbuh Heroe di sela penanaman bunga anggrek.

Sementara itu Koordinator Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra mengungkapkan, untuk membuat Malioboro lebih resik dan indah,  pihaknya juga menggandeng sejumlah komunitas, akademisi dan relawan. Seperti Siber.Kom, LDPM UCY, Laznas Al Azhar, Fakultas Arsitek dan Desain UKDW, Jogja Orchid Lovers serta UPT Malioboro.

“Kami berkomitmen untuk menjaga Malioboro bersih dari sampah. Maka kami pun wajib memberikan contoh yang baik kepada para pengunjung di kawasan Malioboro. Pada Selasa Wage ini kami juga menggulirkan program Ronda Kebersihan untuk monitoring kebersihan sampah. Lantaran setiap Selasa Wage, kuantitas sampah lebih banyak dari hari biasa. Tidak lupa kami mensosialisasikan dan mengedukasi budaya bersih kepada pengunjung serta seluruh stakeholder yang terlibat di Kawasan Malioboro. Sedangkan penanaman bunga anggrek untuk memperindag dan memperindah kawasan Malioboro yang lebih go green,”ujar Sujarwo.

Sujarwo melanjutkan, program ini akan dirunning selama 1 tahun dulu. Pasti ada evaluasi. Jika publik merespon positif, program ini tentunya akan ditularkan di seluruh sudut Kota Yogya. “Kami juga menggandeng Tim Arsitektur dari UKDW untuk membuat maket unit lapak PKL. Kami berusaha membuat unit desain lapak maket yang tidak makan tempat, visual good looking, praktis, efisien, multifungsi dan tentunya portable. Maket ini juga menjadi kado kejutan bagi Pak Wawali di usianya yang menginjak 54 tahun. Semoga Pak Heroe selalu diberi kesehatan, kemudahan, dan kekuatan untuk terus berkarya dan menjadi pengayom warga Kota Yogya,” pungkas Sujarwo. (Dol)

 

 

 

 


share on: