Yogyapos.com (SLEMAN) - Workshop mengenalkan media Batik Kerok oleh pembatik yang bergabung dalam Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal dilaksanakan di Rumah Batik Sekar Turi, Gatak Donokerto Sleman, Selasa (1/2).
Workshop ini menghadirkan Mbah Suratiyah (70) dari Senggotan Bantul sebagai nara sumber. Ia telah menekuni profesi sebagai pengrajin Batik Ketok selama 55 tahun.
“Semoga dengan diadakan kegiatan pengenalan Batik Kerok ini peserta lebih mengenal dan para pengrajin batik Sleman lebih berkembang,” ungkap Ketua Asosiasi Batik Sleman Mukti Manunggal Endang Wilujeng kepada yogyapos.com di sela-sela kegiatan.

Lanjut Endang, batik kerokan merupakan batik tradisional khas Yogyakarta dimana saat ini generasi penerus khususnya sudah tidak mengenalnya lagi. Padahal ini merupakan warisang budaya yang sangat berharga.
Diungkapkan, Batik Ketok teknik menghilangkan malam dengan menggunakan alat khusus yang disebut cawuk, terbuat dari lembaran kaleng tipis/seng yang dilengkungkan.
“Workshop ini selain sebagai kegiatan dalam pengembangan batik bagi para pengrajin batik Sleman, juga merupakan salah satu ujud pelestarian dalam meregenerasikan bagi para pengrajin batik kerok dengan menghadirkan langsung pelaku pelestari batik kerok,” tandas Endang.

Sementara itu, Suharti salah seorang peserta workshop dari pengrajin Batik Permata Bimomartani Ngemplak Sleman menyatakan, merasa senang mengikuti workshop yang menghadirkan nara sumber pengrajin batik kerok yang selama belum pernah ditemui selama menjadi pengrajin batik.
“Semoga setelah mengikuti workshop busa mengembangkan batiknya dengan ilmu yang didapatkan mengenai batik kerok ini,” ujar Harti (Agn)
