Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Jika China memiliki spot populer berupa tebing tinggi dengan lantai kaca yang membuat bergidik tiap orang saat berjalan di atasnya, Gunungkidul pun tak kalah menariknya
Jika senggang, coba saja mampir ke wahana Teras Kaca yang ada di Pantai Nguluran Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Wahana ini jaraknya hanya kurang lebih 1,5 jam-an ditempuh perjalanan darat dari Kota Yogya. Obyek yang hanya berjarak 300 meteran di sisi barat Pantai Gesing itu menghadap penuh Samudra Hindia sehingga sejauh mata memandang ke selatan akan melihat hamparan lautan nan biru.
Di kawasan yang mulai beroperasi awal 2018 silam itu, selama ini diserbu karena tak sekedar menawarkan indahnya pantai selatan dengan debur ombaknya yang liar. Kawasan ini juga sangat instagramable untuk spot fotonya.
Tapi juga memiliki spot-spot foto di atas tebing tinggi, yang posisinya menjorok ke arah laut dan beralaskan kaca tebal yang ditopang kerangka besi.
Saat berdiri di atas kaca itu, bisa terlihat jelas di bawah bagaimana ombak laut berulang-ulang menghantam karang-karang yang menghadangnya.
Meski lumayan ekstrem, pengunjung yang datang, secara silih berganti bisa tetap meikmati nuansa deburan ombaknya dan mengabadikan momen sambil bergaya di lantai kaca atas tebing itu. Spot foto yang ada di Pantai Teras Kaca sendiri cukup banyak. Sebelum pandemi, banyak orang rela antre menunggu demi dapat berfoto di salah satu spot yang dipilih.
Ada spot berbentuk seperti moncong perahu, balkon, ayunan langit, mahkota raksasa, becak terbang, dan lainnya yang dipastikan sangat instagramable jika bisa mendapatkan sudut yang tepat untuk memotret objeknya.
“Saat ppkm kemarin, kunjungan baru mulai tampak minggu ini (31-10-2021)setelah mulai dibuka lagi, walau sebenarnya sejak awal Juli sudah dibuka lagi untuk wisatawan lokal,dan kami tutup lagi karena perpanjangan ppkm,” ujar pengelola Teras Kaca Pantai Nguluran, Erika saat dijumpai pekan lalu.
Erika menuturkan setelah tak beroperasi sama sekali selama empat bulan akibat pandemi, kunjungan saat ini yang masih dominan baru kalangan keluarga dan perorangan.
Untuk biro-biro perjalanan atau travel yang mengangkut rombongan besar, pihaknya masih belum berani menerima walau protokol kesehatan sudah diterapkan sangat ketat sejak pengunjung datang dan pulang.
“Sebelum pandemi, wisatawan yang banyak datang rombongan. Tapi kalau masa pandemi seperti sekarang yang banyak perorangan, keluarga, karena kami juga belum berani terima rombongan,” ujar Erika.
Adapun harga tiket masuk yang diterapkan pengelola saat ini Rp 10 ribu per orang. Di mana pengunjung dengan biaya itu sudah bisa mendapatkan akses gratis masuk di dua spot.
Jika ingin mendapatkan spot lebih banyak untuk berfoto maka akan ada biaya sendiri. Dengan kisaran Rp 10-50 ribu per spot tergantung obyek yang dipilih. Obyek wisata ini sendiri hanya libur setiap hari Senin.
“Alhamdulilah walaupun kunjungan sekarang belum sebanyak sebelum ada wabah, tapi setidaknya sudah bisa kembali menggeliat dan aumber daya yang terlibat bisa kembali bekerja,” pungkasnya.
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Andika Alan mengaku rindu menyambangi kawasan teras kaca itu yang sudah lama tutup karena pandemi Covid-19.Sehingga saat dibuka kembali, ia pun kembali menyambangi kawasan itu bersama rekan-rekanya setelah sebelumnya mengunjungi pantai gesing. (Arifin)
