Yogyapos.com (SLEMAN) - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Yogyakarta mensupport dan terlibat langsung dalam rapat Forum Anak Muda Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK) Sleman yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman.
Keikutsertaan Bapas Kelas I Yogyakarta ini merupakan suatu keniscayaan, karena lingkup kerjanya berkaitan dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Mafilindati Nuraini, bahwa keberadaan Forum AMPK sebagai upaya mendorong peningkatan pelayanan kepada anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus dengan menggandeng sejumlah stakeholder.
“Selain melibatkan Bapas Kelas 1 Yogyakarta forum juga mengikutsertakan stakeholder serta unsur OPD diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Bagian Kesra, BPDB, Dinas Kesehatan, Balai perlindungan Rehabilitasi Sosial Remaja, Balai Rehabilitasi Sosia, Anak Lembaga-lembaga pendamping anak seperti Yayasan Lembaga Perlindungan Anak, Yayasan Sayap Ibu, Lembaga Bantuan Hukum Sembada, Pondok Pesantren Bidayatus Salihin, Kemenag,” katanya.
Ruang lingkupnya adalah menangani anak-anak, seperti anak yang berhadapan dengan hukum, anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, anak-anak korban kekerasan, anak disabilitas, anak yang memiliki penyakit kronis seperti terkena HIV atau AIDS, serta anak- anak yang sedang dalam situasi bencana alam.
Jarot Wahyu Winasis selaku Pejabat Fungsional Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas 1 Yogyakarta menambahkan, pihaknya telah menggagas berdirinya Rumah Kreatif Bapas Yogyakarta untuk menampung ABH berharap tidak terjadi tumpang tindih dalam implementasi program yang ada.
"Semoga penerapannya tetap sesuai tugas fungsi masing-masing," harap dia.
Kabid Pembinaan SMP Sleman, Dwi Warni Yuli Astuti berharap dari Bappeda Sleman terus mengawal perencanaan yang diprogram. “Kami berhadap kedepan terus mengawal perencanaan ke depan untuk program kegiatan untuk AMPK ini dapat lebih terpadu dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Harapan senada disampaian, Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Bappeda Sleman Eny Maryatun, program AMPK dapat menjembatani stakeholder terkait anak anak yang memerlukan perlindungan khusus. “Sehingga diharapkan program dan kegiatan di Pemkab Sleman dapat mengakomodir anak- anak yang memerlukan perlindungan khusus,” katanya
Kepala Bapas Kelas 1 Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna kepada media ini menyatakan apresiasi kepada Pemkab Sleman atas kepedulian kepada anak yang berhadapan dengan hukum serta anak putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan.
“Sangat mendukung adanya wacana Boarding School yang telah digagas,andaikata bisa terwujud dan bisa menolong anak-anak ini suatu kemajuan yang sangat luar biasa, kita bisa menolong anak yang tidak sekolah untuk melanjutkan pendidikan menjadi generasi yang lebih baik, kita harus peduli untuk kita bantu,” katanya.
Selain itu, kata dia, Bapas Kelas I Yogyakarta juga telah mendirikan Rumah Kreatif Yogya di Sleman sebagai rumah alternatif untuk pembimbingan, bagi keluarga klien maupun masyarakat luas untuk mendapatkan pembimbingan.
“Di rumah kreatif Bapas Yogya ada konsultasi, pendidikan kepribadian, pendidikan kemandirian yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dari klien, keluarga klien maupun masyarakat pada umumnya, disitu ada ketrampilan cara membuat telur asin, terapi doa dan pijat energi untuk kesehatan lahir dan batin, tentunya ketrampilan yang dapat meningkatkan taraf hidup," ungkap dia. (*/Met)
