32 Tahun Humoriezt, Merambah Bisnis T-Shirt dan Aksesoris

share on:
Enji Pusposugondo SH (kanan) bersama Letjen Purn (Pol) Drs Hapsoro menunjukkan T-Shirt produksi perdana Humoriezt || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) – Humoriezt, sebuah komunitas anak-anak Yogyakarta kini berusia 32 tahun. Ulang tahun genk yang dipimpin Enji Pusposugondo SH ini, Sabtu (14/11/2020) diperingati dengan tumpengan dan launching outlet T-Shirt, di markasnya Jalan Ringroad Utara.

Enji mengungkapkan, HUT Humoriezt kali ini memang agak beda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena suasana Covid-19. Hanya dihadiri beberapa pengurus, anggota dan Penasihat Letjen Purn (Pol) Drs H Hapsoro.

“Alhamdulillah berlangsung khidmat. Selain tumpengan juga launching outlet T-Shirt, ini sekaligus realisasi dari program pemberdayaan ekonomi bagi anggota,” ujarnya kepada yogyapos.com, usai acara.

Humoriezt memang populer. Semula merupakan genk remaja yang berbasis di wilayah Gejayan. Semula seperti umumnya genk anak-anak muda yang cenderung sekadar tempat berkumpul dan mengesankan sangar.

Seiring berjalan waktu, terutama pasca reformasi 1998, genk ini mulai terarah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Saat ulah tahun sebelumnya, Humoriezt bekerjasama dengan Pemdes Caturtunggal berhasil menghadirkan Ishak Mustaqim alias Isaac Bullinger, mantan petinggi Genk Montreal, Kanada. Kehadiran dia untuk melakukan kampanye anti narkoba dan berbagi pengalaman tentang genk yang semula disorientasi dan distroyer menjadi kumpulan anak-anak muda bermartabat dan bermanfaat positif bagi masyarakat maupun negara.

Bahkan sejak beberapa tahun lalu intensif melakukan kegiatan sosial riil yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dari donor darah, pengumpulan sembako dan pengobatan untuk warga terdampak bencana alam, penyuluhan hukum dengan menggandeng Bhalaw Firm dan LBH Janoko, hingga pelatihan advokasi hukum untuk masyarakat.

Adapun Outlet T-Sirt yang baru saja dilaunching adalah bagian dari bidang usaha sebagai upaya memberdayakan anggota dan salah satu sumber keuangan mereka. “Aktivitas sosial butuh dana. Kami punya obsesi dari outlet ini, sebagian hasilnya untuk kegiatan sosial,” tukas Enji.

Outlet juga memproduksi jaket, kemeja, topi, tas dan sejumlah aksesoris lainnya yang segera dipatenkan. Hal ini dilakukan karena marketing COD dan online bakal tersebar diberbagai jaringan dan sejumlah tempat (cabang).

Patut dicatat, anggota Humoriezt mencapai lebih dari 1.000 orang yang sebagaian diantaranya berada di luar kota. Mereka bisa menjadi jaringan pemasaran yang luar bisa ke depannya. Sehingga dari sini pemberdayaan ekonomi dan lapangan pekerjaaan bisa terwujud.

“Intinya, kami mohon doa restu dari masyarakat untuk memulai kegiatan ekonomi ini walau kehadirannya justru di saat pandemi Covid-19,” harap advokat senior ini.

Harapn Enji sejalan dengan anjuran Letjen Purn (Pol) Hapsoro selaku penasihat, bahwa semua pengurus maupun anggota seyogianya jangan melihat dan berhenti di masa lalu. Tetapi jadikan masa lalu itu sebagai pelecut untuk perbaikan dan kebaikan di hari ini demi sukses masa mendatang.

“Songsong masa depan yang lebih baik dengan bekerja keras di hari ini. Berbuatlah sebaik dan seikhlasnya bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” pesan Hapsoro. (Agung DP/Met)  


share on: