Yogyapos.com (BANTUL) - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul menggelar simulasi akreditasi perpustakaan secara virtual (online) melalui aplikasi Zoom. Simulasi dimaksudkan agar pengelola perpustakaan memperoleh gambaran bagaimana berjalannya proses akreditasi. Di samping itu mencoba kualitas jaringan internet perpustakaan setempat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul, Drs Eddy Susanto, Senin (14/9/2020), menyampaikan 10 perpustakaan yang akan diakreditasi mesti sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Akreditasi tahun 2020 menuntut peserta beradaptasi dengan situasi pandemi. Tingkat penyebaran virus Corona masih tergolong tinggi membuat asesor tidak melakukan visitasi langsung ke lokasi.
“Karenanya diperlukan jaringan internet kuat dan stabil, serta kesiapan personil perpustakaan sekolah menanggapi pihak asesor. Baik kepala perpustakaan, pustakawan, ataupun personil yang familiar aplikasi Zoom dan menguasai perangkat teknologi,” kata Eddy mengawali kegiatan di ruang pertemuan Sasana Widya Parwa, Perpusda Bantul.
Eddy berharap para pengelola perpustakaan memanfaatkan kegiatan simulasi sebaik-baiknya. Apabila masih punya pertanyaan terkait akreditasi online boleh diajukan melalui forum tersebut.
“Pustakawan kami hari ini semua hadir mengikuti simulasi dan siap membantu,” lanjut Kepala Dinas.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip, Bambang Agus Subekti SKM MPH, menggarisbawahi jaringan internet menjadi unsur penting pelaksanaan akreditasi online. Jangan sampai visitasi tersendat karena jaringannya tidak lancar atau mengalami trouble. Ia mencontohkan seperti simulasi pertama 9 September kemarin, masih ada perpustakaan suaranya putus-putus tatkala presentasi.
"Ini mesti diperhatikan betul dan perlu diperbaiki agar asesor menerima dengan jernih, baik suara, gambar, maupun video profil perpustakaan sekolah," ujarnya mengingatkan.
Di simulasi kedua, Bambang memberikan kesempatan kepada kepala perpustakaan mempresentasikan profil perpustakaannya bergantian. Dia pun mengarahkan apabila terdapat presentasi belum pas atau terlalu panjang mesti disesuaikan supaya menghemat waktu.
“Visitasi asesor di setiap perpustakaan sekolah hanya satu jam. Sebisa mungkin kita optimalkan waktu menggambarkan perpustakaan keseluruhan. Kameranya juga menyesuaikan sehingga latar belakang layar monitor terlihat jelas, tidak terpotong atau terlalu kecil,” terang Bambang dalam simulasi bersama tim pustakawan Perpusda Bantul.
Ia memberi masukan materi presentasi dibuat semenarik mungkin biar kesannya tidak monoton atau membosankan. Dokumentasi foto ditampilkan dari file utuh bukan sekedar asesoris presentasi. Masih cukup banyak waktu memperbaikinya sebelum visitasi online benar-benar dilaksanakan.
"Begitu pula akun utama untuk masuk Zoom, termasuk setingan harus sudah ditetapkan seperti sekarang. Besok tinggal pasang kameranya saja, kalau pakai tripod tentu gambarnya stabil, tidak goyang," imbuhnya.
Bambang tak lupa memperkenalkan para pustakawan dari Perpusda Bantul sebagai pendamping perpustakaan sekolah saat visitasi online. Ia menuturkan, pustakawan dari Perpusda telah memberikan bimbingan intensif pada tim akreditasi perpustakaan sekolah setempat sejak Februari. Mereka membantu bagaimana menyiapkan sekaligus memenuhi bukti fisik enam komponen dan indikator kunci akreditasi perpustakaan.
“Pasti sudah kenal dan tak asing lagi kan, karena sering ketemu ketika pendampingan di perpustakaan masing-masing,” seloroh Bambang sambil membacakan susunan pustakawan pendamping tiap sekolah.
Berdasarkan surat pemberitahuan Perpustakaan Nasional RI Nomor 2920/4.1/PPM.02/IX.2020, akreditasi online untuk DIY dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan Kamis, 17 September 2020, sedangkan tahap kedua akan berlangsung Selasa, 6 Oktober 2020. Pelaksanaan akreditasi online di Kabupaten Bantul masuk tahap kedua atau kurang lebih tiga minggu mendatang.
Sepuluh perpustakaan sekolah di Bantul yang siap diakreditasi adalah Perpustakaan Tunas Mulia (SDIT Assalaam), Mentari (SD Glagahan), Melati (SD Gunturan), Darul Hikmah (SD Muhammadiyah Mertosanan), dan Tunas Bangsa (SD 1 Petir). Kemudian Perpustakaan Cendekia Pisayota (SMP 1 Piyungan), Darul Ilmi (MTsN 1 Bantul), Graha Pustaka (SMP 1 Pundong), Persada (SMP 1 Pandak), dan Bina Pustaka (SMP 2 Kasihan). (Muf)
