MEMPERINGATI Hari Kartini setiap 21 April, Grand Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan pameran seni rupa kontemporer perdana dengan mengusung tema ‘Menuangkan spirit dari sosok Pahlawan Nasional Kartini”. Pemeran yang berlangsung mulai Selasa (26 /4/2022) hingga Jumat (6/5/2022) ini dibuka secara resmi oleh Prof Dr Wening Udasmoro SS MHum DEA. Selain itu, terdapat penampilan tarian pembuka spesial dari Didik Nini Thowok dan melukis on the spot.
General Manager Grand Ambarrukmo Yogyakarta Aris Retnowati SS menjelaskan, kegiatan Pameran Seni Rupa Dalam Hotel kali ini merupakan kegiatan pameran yang pertama kalinya diselenggarakan. Jika atensi para tamu terhadap kegiatan ini sangat tinggi, maka kegiatan pameran ini akan rutin digelar setiap tahun. Selain meningkatkan kunjungan, pameran ini juga dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan apreasiasi masyarakat khususnya para tamu yang sedang berlibur ke Yogyakarta.
“Untuk pameran perdana ini digelar dengan tajuk ‘Aku Mau’. Kata ini diambil dari semboyan RA Kartini yang mencerminkan semangat kaum wanita pada zamannya untuk mau belajar dan berjuang demi meningkatkan harkat dan martabat kaum wanita pada jamannya. Semangat ini yang ingin kami tularkan lewat karya para perupa,” ujar Retno kepada wartawan disela-sela kegiatan pameran, Selasa (26/4/2022) malam.
Ditambahkan Retno, dalam pameran kali ini terdapat sejumlah 36 karya lukisan dari perupa perempuan Indonesia yaitu Dyan Anggraini, Astuti Kusumo, Mola, Rina Kurniyati, dan Ulfah Yulaifah yang akan dipamerkan terbuka untuk masyarakat umum di publik area hotel.

Maestro tari Didik Nini Thowok in action sebagai model lukis || YP-Sulistyawan Ds
Melalui Pameran ‘Aku Mau!’ diharapkan dapat memberikan informasi terkait seni rupa, memunculkan inspirasi dan motivasi para perupa khususnya perupa perempuan untuk tetap berkarya. Memberikan ruang bagi para pengunjung untuk menikmati hasil karya dan memperkaya informasi, menjadi sarana wisata edukasi kultural yang mampu menarik perhatian publik khususnya tamu hotel dan masyarakat luas di Yogyakarta.
Sementara itu, Kurator Seni rupa Heti Palestiane mengatakan, karya-karya para perupa dalam pameran ini merupakan simbol energi dan kekuatan dari kaum wanita masa kini. Dalam ungkapan yang berbeda-beda, para perupa mampu mengekspresikan semangat Kartini yang sangat menginspirasi.
.jpg)
Midik Nini Thowok dengan action berbeda sebagai model lukis || YP-Sulistyawan Ds
“Dari sejumlah karya para perupa ini, Pameran Aku Mau setidaknya telah mengingatkan kita tentang sejumlah kata-kata Kartini yang sangat menginspirasi. Tulisan-tulisannya sangat yang amat berdaya itu terbawa lagi oleh kelima seniman ini menjadi suatu karya yang lebih berdaya dalam bentuk lain. Para perupa ini mengkampanyekan sebuah pesan penting , bahwa manusia yang tahu dan mau maka mereka akan meraih kemerdekaan jiwanya,” tukas Heti. (*/Sulistyawan Ds)
