Angkat Local Wisdom, Disbud Kulonprogo Gelar Lomba Penulisan Syair Macapat

share on:
Niken Probo Laras || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (KULONPROGO) - Kabupaten Kulonprogo memiliki beragam khazanah sejarah dan budaya yang hidup dan menjadi memori kolektif masyarakat. Beragam pesan leluhur disampaikan melalui berbagai media dan tradisi. Mengangkat dan memperkenalkan nilai-nilai yang ada di dalamnya bisa menjadi bekal pembentukan jatidiri dan kepribadian.

Demikian disampaikan Kepala Kundha Kabudayan Kabupaten Kulonprogo Dra Niken Probo Laras SSos MH kepada yogyapos.com, Selasa (21/3/2023). Kearifan lokal itu, lanjutnya, bisa berupa filosofi Jawa, sejarah lokal maupun cerita rakyat yang ada dan berkembang di wilayah Kabupaten Kulonprogo.

“Berkaitan dengan itu kami menggelar Lomba Penulisan Syair Macapat bertema Ndhudah Mutiyara Siningit. Harapan kami, masing-masing kapanewon mampu menggali dan mengangkat local wisdom agar terdokumentasikan dalam bentuk syair macapat,” tandas mantan Kadispar Kulonprogo ini.

Lomba dikhususkan warga Kulonprogo berusia 17 tahun ke atas. Syair tembang Macapat diketik rapi tanpa notasi menggunakan MS Word pada kertas kuarto dengan huruf Times New Roman 12 dan spasi 1,5. Tiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu pupuh (maksimal 3 karya). Setiap pupuh merupakan rangkaian cerita yang utuh dan tak terpisahkan.

Ketentuan jumlah pada dalam satu pupuh (judul) adalah Maskumambang (14-20 pada), Mijil (10-15), Sinom (6-10), Kinanthi (10-15), Asmaradana (10-15), Gambuh (10-17), Dhandhanggula (5-10), Durma (8-13), Pangkur (8-13), Megatruh (10-17), Pucung (14-20). Syair tembang Macapat yang diikutkan merupakan merupakan karya asli, bukan saduran dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba.

Sedangkan pembagian jenis tembang sesuai KTP adalah Kapanewon Galur (Maskumambang), Girimulyo (Mijil), Kalibawang (Sinom), Kokap (Kinanthi), Lendah (Asmaradana), Nanggulan (Gambuh), Panjatan (Dhandhanggula), Pengasih (Durma), Samigaluh (Pangkur), Sentolo (Megatruh), Wates (Dhandhanggula).

Pengiriman file naskah dan biodata lengkap peserta paling lambat tanggal 27 April 2023 ke Dinas Kebudayaan Kulon Progo atau melalui link https://bit.ly/antologimacapat2023 dalam format rtf. Lima karya terbaik berhak mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp 1.000.000. Selain itu, 50 karya terpilih akan dimasukkan dalam Antologi Macapat dan berhak mendapat uang Rp 100.000. (Iud)

 

 

 

 

 


share on: