Bangunan Atrium di Kantor Bupati Sleman Terkesan Mangkrak, Begini Penjelasannya

share on:
Lantai dan besi-besi pada akses jalan berdebu dan belum terpasang videotron seperti dalam awal perencanaan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bangunan Kantor Bupati dilengkapi atrium setinggi 30 meter berbentuk limas terpancung merupakan simbol dari Gunung Merapi. Namun fasilitas yang dibangun pada 2019 ini terkesan mangkrak. 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, konstruksi bangunan diadopsi dari hasil penjaringan melalui sayembara desain pra rancang, sebagai pemenangan tim dari Bandung Jawa Barat yang mengusung tema "The Atrium of Democracy".

Sesuai perencanaan, bagian paling atas dari limas akan difungsikan sebagai menara pandang. Bagian tubuh limas terpancung tersebut dilengkapi dengan ramp naik yang akan difungsikan sebagai rute display (ruang pameran) seputar Sleman. Pada sisi luar bangunan atrium berupa kaca dan dilengkapi monitor besar semacan videotron yang menampilkan informasi tentang Sleman, bahkan terkoneksi dengan CCTV di beberapa titik rawan, semisal lokasi yang rawan banjir. Pada atrium terdapat akaes jalan putar menuju ke atas. Pada saat jalan bisa menyaksikan videotron pada empat sisi yang letaknya di tengah. 

Pantauan yogyapos.com pada Selasa (17/9/2024), sebagian lantai dan besi-besi pada bagian akses jalan menuju ke atas dalam kondisi berdebu, selain itu sebagian kaca atrium dalam kondisi kotor.

Kepala Bagian Umum Sekda Sleman, Sardjono mengatakan, pihak hanya memiliki kewenangan anggaran terkait pemeliharaan skala ringan, sedangkan pemeliharaan berat dalam penanganan DPUPKP Sleman. 

“Untuk pemeliharaan ringan di Bagian Umum, untuk pemeliharaan yang berat di PU,” kata Sardjono. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara detail fungsi dan pemanfaatan bangunan tersebut saat dikonfirmasi.

Sedangkan Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, Tintin Fathonah menjelaskan, sarana tersebut termasuk dalam aset ini tercatat masuk di Kartu Inventaris Barang (KIB)  bangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda). 

“Fasilitas itu masuk di KIB bangunan Setda,” jelas Tintin. 

Kaca atrium bagian luar terlihat kotor (foto diambil dari sisi selatan) || YP- Eko Purwono

Sementara itu, Zaini Anwar selaku Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, menjelaskan bangunan tersebut fungsi utamanya adalah untuk Kantor Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten-asisten dan Staf Ahli Bupati beserta ruang-ruang pendukungnya. 

“Gedung tersebut dibangun pada tahun 2019. Arsitektural menonjol dari bangunan tersebut berbentuk limas terpancung yang merupakan simbol dari Gunung Merapi,” jelas Zaini. 

Menurut dia, pada bagian paling atas dari limas tersebut akan difungsikan sebagai menara pandang. Bagian tubuh limas terpancung tersebut dilengkapi dengan ramp naik. 

“Nantinya akan difungsikan sebagai ruang display videotron tentang Sleman,” sebutnya. (Opo) 

 

 

 

 

 

 


share on: