Batik Tulis Wajah Tetap Diminati, Ahyar: Dulu Gus Dur yang Laris

share on:
Ahyar dan batik tulis wajah karyanya || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pembatik tulis kain di DIY, khususnya di Bantul, sangatlah mudah dijumpai karena jumlahnya lumayan banyak. Namun pembatik tulis wajah kontemporer boleh dibilang langka, alias sulit untuk ditemukan.

Diantara kelangkaan itu, Ahyar Muzaky (35) adalah salah satunya. Pembatik tulis wajah warga Girilohmho Wukirsari Imogiri Bantul ini sudah cukup lama menekuni pekerjaan. Ia pewaris kreatif almarhumah ibundaya, Martini, sebagai pembatik tulis.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pasca-donor-darah-fpb-lanjutkan-baksos-salurkan-bantuan-kepada-penderita-stroke-9657

“Saya sejak kecil familier dengan batik dan sering membantu ibu saat membatik. Namun sejak sekitar tahun 2014 mulai mempuyai ide untuk membatik tulis wajah. Akhirnya juga banyak pemesannya,” ujar Ahyar Ahyar kepada yogyapos.com, di rumah usahanya, Giriloyo, Imogiri, Bantul, Rabu (8/2/2023).

Di kampung inilah Ahyar dan 5 pekerjanya setiap hari memroduksi batik tulis wajah || YP-Supardi

Ahyar menuturkan, dulu pesanan paling banyak adalah melukis wajah Gus Dur, namum lambat laun meluas ke yang lainnya tmasuk wajah pesepakbola dan artis.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bicarakan-fikih-disabilitas-gus-hilmy-sampaikan-tiga-tantangan-besarnya-9656

Dari kerja kreatif itu, Ahyar mengaku kian banyak pemesan karyanya. Bukan saja dari wilayah DIY, tetapi juga dari luar daerah dan pulau. “Ada juga pemean dari Papua,” kata pembatik otodidak pemilik batik rumah usaha batik tukis abstrak ‘Sidomukti Giriloyo’ ini.

Ahyar mengisahkan, awal membatik tulis wajah dihargai relatif murah. Namun kini dirinya membandrol Rp 750.000 hingga Rp 2.000.0000 untuk setiap kain. Perbedaan harga tersebut lebih disebabkan karena batik jenis ini tergantung pada tingkat kesulitan, serta dalam hal memproduksi bisa dilakukan beberapa kali menggoreskan batik ke kain semi tenun.

“Saya bersyukur, karena memiliki pelanggan tetap, serta dapat mempekerjakan lima orang pembatik kain tulis ini. Saya optimis model batik tulis wajah tak akan lekang oleh waktu,” pungkas pria yang percaya diri dengan karyanya meski tak pernah sekali pun belajar seni di bangku pendidikan formal. (Spd)

 

 


share on: