Yogyapos.com (BANTUL) - Menjelang penetapan calon Pilkada Bantul 2024 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu (22/9), Bawaslu mengadakan sosialisasi pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul tahun 2024 di Ros In Hotel Sewon, Sabtu (21/9/2024).
“Sosialisasi ini memang batas waktunya harus dilaksanakan pada hari ini karena waktu Pilkada sudah mendekati penetapan calon,” kata Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho saat membuka acara sosialisasi.
Sosialisasi diikuti 90 orang dari unsur LO ketiga Paslon, pimpinan parpol, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bantul dan Panwascam. Sementara tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati dimaksud adalah Joko Purnomo-Rony Wijaya Indra Gunawan (Joko-Rony), Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta (Halim-Aris) dan Untoro Hariyadi-Wahyudi Anggoro (Untoro-Wahyudi).
“Yang perlu dipehatikan dan prinsip nantinya LO Paslon dimungkinkan akan sering berjumpa dengan Panwascam selama proses kegiatan Pilkada, terutama saat kampanye. Bawaslu akan melakukan pengawasan dengan melalui himbauan, teguran dan yang lainya. Hal itu jangan diartikan untuk mempersulit melainkan dem sesuatu yang positif,” katanya.
Hal yang juga menjadi fokus Bawaslu (Bawascam) terhadap Pilkada adalah antisipasi pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan bahan kampanye, politik uang dan kampanye hitam serta berkampanye di tempat yang dilarang.
Sementara itu, Kabag Hukum Setda Pemkab Bantul, Suparman SH menyampaikan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Bantul 42 Tahun 2024.
“Dalam Perbub itu salah satu isinya adanya larangan pemasangan APK dan bahan kampanye di instasi pemerintah,” kata Suparman.
Pada kesempatan sama, Kabag Ops Polres Bantul, Kompol Budi Kustanto SH MH menyampaikan, potensi kerawanan gesekan massa dan pelanggaran pada Pilkada 2024 Bantul dimungkinkan masih dapat terjadi.
“Diharapkan masing-masing LO Paslon dan masa juga berupaya untuk menciptakan suasana kondusif Pilkada Bantul 2024 sesuai dengan perundangan yang berlaku,” katanya.
Dalam pengamanan Pilkada Bantul 2024, Polres menerjunkan sebanyak 1.544 personel. Sedangkan titik-titik rawan gesekan massa juga akan diwaspadai oleh Polri.
Pada kesempatan itu juga terungkap agar para Panwascam agar bekerja secara profesional termasuk membuat perencanaan pengawasan pada seluruh tahapan Pilkada termasuk sebelum pemungutan suara termasuk kampanye, pendistribusian alat pemungutan suara dan pemungutan suara pada 27 Nopember 2024 serta tahapan berikutnya salah satunya perhitungan hasil suara. (Spd)
