Yogyapos.com (SLEMAN) - Gunung Merapi mengalami sebanyak 7 kali awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 1200 meter hingga 2600 meter mengarah ke barat daya. Kejadian ini teramati pada pukul 12.00 - 18:00 WIB.
“Teramati 7 kali awan panas guguran ke arah barat daya yakni ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2600 meter,” jelas petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Susanta, Senin (4/3/2024) petang.
BACA JUGA: Hari Pertama Operasi Keselamatan Progo 2024 di Bantul Berlangsung Simpatik
Menurut Susanta, gunung yang memiliki tinggi 2968 mdpl ini masih dalam status siaga atau level III, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km,” ujarnya .
Pihaknya memprediksi lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
BACA JUGA: Perolehan Suara Meningkat, PKS Bantul Berhak Tempatkan Enam Wakilnya di Legislatif
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi,” tandasnya. (Opo)
