Cipta Karya DPUPKP Prioritaskan Anggaran Pamsimas

share on:
Bangunan Pamsimas di desa Sumberharjo, Tempel, Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Anggaran untuk pelaksanaan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi salah satu prioritas di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Hal ini lantaran ketersediaan air bersih melalui pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) sangat banyak dibutuhkan masyarakat.  

“Bahkan kemarin ada edaran dari Gubernur DIY, proyek yang kaitannya dengan air bersih tetap lanjut, karena terkait kampanye cuci tangan dengan menggunakan sabun di masa pandemi corona ini diawali dari program Pamsimas ada  satu paket pekerjaan yang kemarin sempat kita cancel tapi sekarang sudah mulai kita lelangkan lagi,” jelas Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Sunarto, Senin (19/10/2020).

Dikatakanya, perencanaan pembuatan sarana cuci tangan dalam satu paket Pamsimas terdapat 5 titik yang ditempatkan pada sarana publik atau fasilitas umum di pedesaan, sebagian besar  diaplikasikan pada bangunan sekolah.

“Pamsimas yang sudah berjalan sekarang berada di 57 desa, pada 2021 direncanakan  penambahan di 6 desa, jadi total di Kabupaten Sleman nanti ada 63 desa dan itu sudah kami kunci, karena pada 2021 merupakan program pamsimas reguler yang terakhir, tapi setelah pamsimas reguler itu akan ada kelanjutan program yaitu yang ikut direguler,” ujarnya.

Lebih lanjut, ungkap dia, alokasi yang dianggarkan pada setiap paket dalam 1 desa senilai Rp 350 juta bersumber dari APBN. Total anggaran yang dialokasikan pada 2020 lebih kurang senilai Rp 7,35 miliar.

”Yang 2020 terdapat sebanyak 17 paket reguler, perpaket Rp 350 juta, plus 4 paket hibah insentif desa atau HID per paket Rp 350 juta, jadi untuk desa yang sudah pernah menggambil Pamsimas reguler dengan pelaksanaan yang betul-betul baik akan dapat reward, HID itu anggaranya bersumber dari APBD dan APBN,” ungkapnya.

Dia berharap dengan pembangunan bidang Pamsimas dapat menciptakan masyarakat yang makmur dan sejahtera melalui lingkungan desa yang bersih.”Harapanya melalui program ini derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat dan meningkatkan taraf hidupnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok,” minta dia. (Eko Purwono)

 


share on: