Yogyapos.com (BANTUL) - Danrem 072 Pamungkas, Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan SIP MM menegaskan, program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, karena merupakan salah satu cara sebagai solusi dalam pemberdayaan dan pembangunan masyarakat terutama yang ada di wilayah desa.
"TMMD sebagai wujud pembangunan NAWACITA. Selain itu tujuannya guna menguatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, maka programnya harus inovatif disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Danrem usai menutup program TMMD Reguler ke-108, di Sumberagung Jetis Bantul, Rabu (29/7/2020.
Ia juga menyatakan, TMMD merupakan salah cara untuk membantu pemeritah dan masyarakat di pedesaan.
Sementara itu, Damdim 0729 Bantul, Letkol Kav Didi Carsidi Ssos MIPol, dalam laporannya menyebutkan, penghematan biaya dalam TMMD kali ini sekitar Rp 34.500.000. Apabila diborongkan memerlukan biaya anggaran sebesar Rp 345.000.0000. Dengan TMMD hanya membutuhkan biaya Rp 310.500.000.
"Dalam TMMD kali ini pembguanan fisiknya adalah pembuatan jembatan, bangket jembatan, rehab rumah, pemasangan paving block halaman mushola dan perbaikan rumah ibadah. Sedangkan yang non fisik adalah penyeluluhan tentang bela negara, protokoler kesehatan, kamtibmas dan penanggulangan narkoba,” kata Didi Carsidi.
Di sela acara ini, Kepala DPPKBPMD Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bantul, Sri Nuryanti menyatakan, pihaknya sebagai penyedia dan pengalokasi anggaran TMMD menyambut positif dengan selesainya program ini.
"Diharapkan ini semua bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi khususnya masyarakat luas pada umumnya,” kata Sri Nuryanti.
Dalam Penututupan TMMD ini juga dilakukan pemotongan tumpeng dan penebaran bibit ikan dari atas jembatan hasil TMMD oleh Danrem, Bupati Bantul Drs H Suharsono dan kepala OPD di Bantul. (Supardi)
