Yogyapos.com (SLEMAN) - Semakin siang, seribuan massa yang tergabung dalam sejumlah elemen kembali turun ke jalan, Selasa (20/10). Para demonstran menuntut mencabut UU Omnibus Law, reformasi agraria dan kesejahteraan buruh serta rakyat kecil. Massa berasal dari perwakilan BEM DIY, Aliansi Rakyat Bergerak (ARB), Lingkar Studi Sosialis (LSS) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) memadati bundaran UGM dari jam 13.00.
Dalam orasinya, Arif dari perwakilan ARB mengatakan, pihaknya menggaungkan ‘mosi tidak percaya’ yang mengandung maksud ketidakpercayaan pada tatanan kehidupan yang terjadi saat ini. “Sistem yang ada sekarang hanya menguntungkan segelintir orang, pegusaha dan korporasi. Dan mengeksploitasi tenaga rakyat kecil serta alam. Indonesia dijadikan penyedia tenaga kerja murah dan bahan baku murah bagi korporasi global. Kami pun sepakat menawarkan program sidang dewan rakyat kepada pemerintah,” ujar Arif disambut pekik lantang para demonstran.
Lanjut Arif, negara adalah sebuah alat yang didirikan mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Namun fakta hingga saat ini, sangat layak dipertanyakan.
Sementara Nindi dari FPR menyerukan soal reformasi agraria dan membangun industrialisasi nasional. “Rezim Jokowi selama 6 tahun, sama sekali tidak memihak petani. Hampir mayoritas tanah dikuasai korporasi. Tanah di pedesaan dimonopoli, tenaga buruh tani dieksploitasi. Kaum tani juga terjerat dalam praktik riba. Bahkan produksinya sering merugi. Kami melawan segala bentuk kebijakan yang tidak berpihak pada petani. Kami menginginkan reformasi agraria yang sejati. Bukan yang palsu,” terang Nindi lantang.
Menurut Nindi, pemerintahan Jokowi-Maruf juga tidak mampu mengatasi krisis pendemi Covid-19. “Kita seakan didikte, tanpa berani bertindak sigap dalam menangangi Covid-19,” ujarnya.
Demo kali ini berlangsung damai. Tentunya dengan protokoler kesehatan. Ada sejumlah aksi menyanyi, baca puisi dan performing art dengan membakar dupa. Aparat Polres Sleman bersama Polda DIY membackup penuh pengamanan kali ini. Ruas jalan yang menuju Bundaran UGM juga ditutup dan pengguna jalan dialihkan ke arah alin. Sejumlah kendaraan pengurai massa juga disiapkan di lahan parkir McDonald Sudirman. (Dol/Met)
