Yogyapos.com (YOGYA) - Seratusan mahasiswa yang menamai dirinya Koalisi Masyarakat Resah berunjuk rasa di Jl Kusumanegara (depan Kampus UST), Jumat (2/10/2020) siang. Mereka mendesak pemerintah untuk membatalkan RUU Omnibus Cipta Kerja, menuntut penanganan Covid-19 secara fokus dan menuntut pemerintah untuk menunda Pilkada serentak Desembar mendatang.
Aksi yang berjalan damai dengan penerapan protokoler kesehatan ini diwarnai dengan pembagian bunga, pembentangan spanduk, hingga long march. Berawal dari depan Kampus UST, ke timur hingga perempatan SGM, kemudian ke utara SMA 8, lalu kembali lagi ke kampus UST.
Perwakilan demonstran, Asfar Yakib mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, pemerintah dinilai abai dan lamban dalam melaksanakan tugasnya. Penanganannya tak kunjung berbuah optimal.
“Tren penyebaran dan kenaikan angka kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Indonesia. Jumlah tenaga kesehatan yang gugur juga terus meningkat. Ketidakseriusan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini, akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak,” kata Asfar.
Terkait RUU Cipta Kerja, Koalisi Masyarakat Resah menilai jika pemerintah dan DPR RI tetap mengesahkan tanpa mengindahkan kritik yang diberikan serta kemudian memperbaiki muatan-muatan yang bermasalah, rakyat Indonesia akan menjadi korban kesewenang-wenangan.
Asfar menambahkan, pihaknya ragu terhadap keamanan penyelenggaraan Pilkada serentak yang bakal dihelat di 270 wilayah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan Pilkada serentak menimbulkan potensi munculnya klaster baru penyebaran virus, yang mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Aksi demonstrasi ini berjalan tertib dan lancar berkat pengamanan aparat Polsek Umbulharjo yang dibackup oleh Polresta Yogya. Acara ini diikuti oleh perwakilan BEM se-DIY, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, mahasiswa UPY, UGM, UII dan UST. (Dol)
