Yogyapos.com (SLEMAN) - Puluhan warga Kalurahan Sendangadi Kapanewon Mlati yang terdampak proyek jalan Tol Jogja-Solo-Kulonprogo seksi II menerima uang ganti kerugian (UGK). Penyerahan berlangsung di Pendopo Kalurahan Sendangadi di Jalan Magelang km 7,5 Sleman.
“Hari ini diserahkan uang ganti kerugian untuk 52 bidang tanah terdampak, total nilai pembayaran sebesar Rp 88 miliar,” ujar Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Embun Sari, disela acara kepada yogyapos.com, Selasa (3/9/2024).
Sari mengungkapkan, kehadiran jurnalis yang meliput kegiatan ini menjadi hal yang positif, pihaknya ingin memastikan bahwa proses pembayaran UGK dibayarkan langsung kepada pihak yang berhak (PYB).
“Kami senang sekali kalau teman-teman wartawan menyaksikan, jadi benar-benar bisa melihat progres, bahwa ganti kerugian itu langsung diberikan kepada pihak yang berhak tanpa perantara,” ungkap Sari.
Dijelaskan, UGK dibayarkan melalui transfer di bank yang telah ditunjuk, PYB bisa langsung melakukan pengecekan kepada petugas bank di lokasi yang menyediakan mesin ATM untuk memastikan kesesuaian nominal yang dibayarkan. Alur dana dibayarkan dari Kementerian PUPR kepada Kementerian Keuangan, lalu ke bank dan langsung dibayarkan kepada warga yang berhak.
“Di sini ada mesin ATM, masing-masing penerima UGK bisa langsung mengecek jumlah sesuai yang dimusyawarahkan, kalau tidak sesuai bisa langsung komplain,” ujarnya.
Embun Sari || YP-Eko Purwono
Kepala Kantor Wilayah BPN DIY, Suwito menyatakan ucapan terimakasih kepada warga terdampak yang telah mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa proyek jalan tol dan berharap UGK tersebut bermanfaat dan membawa kesejahteraan. Dengan dukungan warga progres pengadaan tanah dapat dipercepat.
“Realisasi pelaksanaan kegiatan pengadaan lahan tol Jogja-Solo-Kulonprogo tembus di angka 98 persen,” sebut Suwito.
Salah satu warga terdampak Maryadi (74) mengungkapkan bahwa dirinya memiliki lahan seluas 913 meter persegi, sekitar 565 meter persegi terdampak proyek PSN. Total UGK yang diterima mencapai Rp 4,1 miliar.
“Ya sebagian tanah kami kena, uangnya paling untuk masa depan anak cucu, karena saya punya anak punya cucu sekolah yang masih sekolah," ungkap Maryadi. (Opo)
