Dinas DPU-ESDM Pastikan tak Ada Kerusakan Struktur Jembatan di Ruas Jalan Tawang-Ngalang

share on:
Langkah perbaikan oleh pihak kontraktor usai terjadi kerusakan bahu jalan || YP-Ist

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Kerusakan disalah bahu jalan di sekitar jembatan pada ruas jalan Tawang-Ngalang di Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan sorotan publik, pasalnya bangunan baru saja diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (18/1/2024).

Menanggapi hal tersebut Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY melalui Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Andi Kurniawan Dharma angkat bicara.Pihaknya memastikan bahwa jembatan dalam kondisi aman untuk dilintasi dan langkah perbaikan terus dilakukan.

BACA JUGA: Ultah ke-77 Megawati, DPC PDIP Bantul 'Ngedum' 7.700 Paket Berkat kepada Masyarakat

Andi menjelaskan, usai dilakukan pengamatan dan pengecekan lokasi diketahui adanya keretakan hanya terjadi pada bagian bahu jalan, pihaknya memastikan bahwa struktur  jembatan dan badan jalan tidak mengalami kerusakan.

“Jadi tidak benar bahwa jembatan retak dan ambles, keretakan hanya pada bahu jalan saja,” kata Andi menjawab konfirmasi yogyapos.com, Selasa (23/1/2024) petang.

Menurut Andi, kejadian amblasnya bahu jalan dipicu sifat tanah yang labil dan di titik yang amblas adalah muara air hujan, selain itu lantaran cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi sehingga menyebabkan bahu jalan retak.

BACA JUGA: Seperti Yenny Wahid, Adhi Massardi Tegaskan Tak Ada Pesan Gus Dur Sebut Prabowo akan Jadi Presiden

“Struktur jembatan dan badan jalan tidak ada kerusakan sama sekali, jembatan masih bisa dilintasi dengan normal dan sangat aman,” tandas dia.

Dibeberkan, pada titik-titik tanah yang ambles pada proses pembangunan merupakan daerah timbunan tanah, namun pihaknya mengklaim bahwa  spesifikasi dan metode saat pengerjaan konstruksi serta pemadatan timbunan telah sesuai dengan kaidah teknis.

“Jadi pada tanah -tanah yang labil membutuhkan waktu lama untuk bisa lebih padat, dengan adanya air hujan tanah akan semakin padat,” ujarannya.

BACA JUGA: Pohon Tumbang Mencelakai Pemotor, Nabrak dan Tewas di Tempat

Proses perbaikan, ungkap dia, dilakukan oleh kontraktor pelaksana karena bangunan masih dalam Serah Terima Sementara Pekerjaan atau  Provisional Hand Over (PHO) dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun.

“Sudah (dilakukan), langsung kami perbaiki, meliputi pembenahan dengan pengaspalan dan cor beton, pada bagian yang longsor, masih masa pemeliharaan selama satu tahun,” sebutnya.

Untuk diketahui, konstruksi pembangunan ruas Jalan Tawang-Ngalang memiliki panjang 9,5 kilometer. Melintasi lima padukuhan dan tiga kapanewon di Kabupaten Gunungkidul Pembangunan menggunakan dana keistimewaan mencapai Rp269 miliar. (Opo)

 

 


share on: