Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah mengharapkan inisiatif-inisiatif pembangunan bisa berasal dari desa dengan memanfaatkan dana desa yang dari tahun ke tahun cukup besar. Pemerintah sering mendapat kritik mengenai kuota pulsa bagi guru dan murid, sementara Tirtoadi dengan Bumdes Tirtamas mampu menyelesaikan kebutuhan ini dengan baik. Dan ini cukup mengejutkan.
Demikian Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Samsul Widodo, saat memberi sambutan dalam rangka launching program Bumdes Tirtamas ‘Tirtoadi Smart Village’, di Embung Senja Tirtoadi Mlati Sleman, Sabtu (5/9/2020) sore.
Lebih jauh disampaikan, semangat yang melatari berdirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) adalah bagaimana mendorong atau merevitalisasi desa tetapi tidak lepas dari fungsi sosial. “Terus terang kalau kita dengar semangat dari Direktur Bumdes Tirtamas tadi sangat mengejutkan. Mampu membangun 11 tower di balai desa dan dusun-dusun untuk membangun koneksi internet,” pujinya.
Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, imbuhnya, bisa dilibatkan untuk mendiskusikan penggunaan internet untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Program Bumdes Tirtamas untuk membantu para guru dan murid dengan aplikasi siPena merupakan hal yang sangat baik untuk bisa dikembangkan di desa-desa lain.
“Dana desa bisa digunakan untuk pembangunan tower untuk koneksi internet, sehingga masalah yang ditulis di koran tentang koneksi internet bisa diselesaikan dengan baik. Harapan kami, dana desa bisa mengembangkan dan merevitalisasi perekonomian masyarakat. Tetapi jangan sampai koneksi internet ini digunakan untuk menyebarkan hoax," pesannya. Pemanfaatan aplikasi Call.id untuk kepentingan logistik, lanjutnya, bisa digunakan untuk pendistribusian hasil-hasil petani ke berbagai kota. "Kami berharap inisiatif dan inovasi seperti ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSi dalam sambutan launching-nya mengapresiasi kerja dan program Bumdes Tirtamas sehingga bisa menjadi pilot project bagi desa-desa di Sleman dan Yogyakarta. “Program ini seiring dengan visi Kabupaten Sleman untuk terwujudnya masyarakat yang sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency,” katanya.
Dalam laporannya Direktur Bumdes Tirtamas, Wahjudi Djaja, menyampaikan bahwa launching Tirtoadi Smart Village bertepatan dengan 75 tahun Amanat Ngarsa Dalem IX yang dibacakan pada 5 September 1945. “Kami mendirikan 11 menara yang bisa meng-cover 15 dukuh di Tirtoadi sehingga masyarakat secara bertahap bisa mengakses dan menikmati internet secara murah, jaringan yang terjaga dan daya yang optimum. Pada saat yang sama, kami berpeluang mengelola miliran rupiah dana yang selama ini keluar dari Tirtoadi untuk belanja kuota,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga dicanangkan Kampung Tangguh Nusantara (KTN) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman, Kapolres Sleman dan Komandan Kodim Sleman. Dilanjutkan pelepasan bibit ikan di Embung Senja. (Iud)
