Djujuk Prabowo Garap 21 Penari Sutradarai Rampak Kemuning Gancahan

share on:
Personil Bengkel Karakter Gancahan berlatih di tepi Embung Gagak Sura || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jejak dan kisah sejarah yang dimiliki Dusun Gancahan Sidomulyo Godean Sleman menjadi inspirasi karya seni. Narasi sejarah lokal terkait Perang Diponegoro diangkat menjadi karya seni bertajuk Rampak Kemuning Gancahan. Karya ini akan dipergelarkan Sabtu 11 Maret 2023 dalam rangkaian Sadran Agung Kyai Wirajamba.

Rampak Kemuning Gancahan yang akan digelar di area parkir timur Embung Gagak Sura diikuti tidak kurang dari 21 penari perempuan. Mereka berasal dari beberapa dusun di Kalurahan Sidomulyo. Selama dua bulan mereka berlatih di Sanggar Bengkel Karakter Gancahan.

Rampak Kemuning Gancahan disutradari oleh Jujuk Prabowo, musik oleh Deny Dumbo dan penulis narasi Wahjudi Djaja. Dari sisi penyutradaraan, Jujuk menyampaikan dirinya hanya merespon narasi yang merefleksikan sebuah doa dan keteladanan. 

“Gerak yang diperagakan penari sesungguhnya visualisasi dari doa dan diangkat dari narasi lokal yang berkembang di masyarakat. Ini unik. Anak-anak yang membawakan Rampak Kemuning Gancahan ini rata-rata berangkat dari 0. Memang ada satu dua yang telah belajar tari di sanggar tetapi secara umum ini pengalaman baru dan pertama bagi mereka,” ungkap sutradara Teater Gandrik ini.

Jujuk Prabowo mendampingi blocking Rampak Kemuning Gancahan || YP-Wahjudi Djaja

Narasi sejarah yang diangkat dalam Rampak Kemuning Gancahan ini, sambung Wahjudi Djaja, terinspirasi oleh kisah peperangan prajurit Pangeran Diponegoro yang terjadi di Kali Gagak Sura. Harapannya, Rampak Kemuning Gancahan ini akan menjadi maskot pengembangan budaya Kalurahan Budaya Sidomulyo.

“Kebetulan kisah itu tertulis dalam Babad Diponegoro yang ditulis sendiri Pangeran Diponegoro selama masa penahanan di Makassar. Ada kisah Rangga Gancahan yang penuh kesadaran menopang perjuangan Pangeran Diponegoro. Dalam peperangan itu, menantu yang juga salah seorang panglima terkena peluru musuh. Ada tragedi yang hendak diperingati agar menjadi bara energi,” urai pendamping pariwisata dari Badan Promosi Pariwisata Sleman.

Terkait setting panggung pergelaran Rampak Kemuning Gancahan menggunakan latar alam berupa pepohonan yang mengitari Embung Gagak Sura. Pesan yang hendak disampaikan adalah mengambil ruh dimana peristiwa sejarah itu terjadi.

Rampak Kemuning Gancahan adalah salah satu pentas dalam rangkaian Sadran Agung Kyai Wirajamba. Acara yang digelar 9-12 Maret 2023 ini juga dimeriahkan dengan Pasar UMKM dan Jamu, pentas pelajar, pentas seni tradisi, pentas musik, lomba mewarnai PAUD/TK se-Godean dan Kirab Agung. Sadran Agung Kyai Wirajamba digelar di Lapangan Sawo Sidomulyo dan area Embung Gagak Sura. (Iud)

 


share on: