Yogyapos.com (YOGYA) - Derajat keilmuan seseorang itu diukur dari seberapa berkualitas ia bicara dan menulis, baik artikel, opini dan dalam keseharian ketika menuliskan kalimat lewat email, WhatsAap (WA) dan sebagainya.
Hal itu disampaikan Dr Dedi Pramono MHum selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di depan 80 mahasiswa dari 17 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-DIY peserta pelatihan penulisan artikel popular, di Kampus UAD Jalan Pramuka Yogyakarta, Rabu (20/3/2019_).
Dedi Pramono menyatakan, sebenarnya menulis artikel itu seperti belajar berenang. Kalau tidak berani mencoba ya tidak bisa. Kuncinya adalah yakin, senang dan kerja keras.
“Saya berharap kegiatan seperti ini mampu memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk menulis di media massa, baik cetak maupun online,” harapnya.
Sejumlah mahasiswa di lingkungan UAD sendiri banyak yang telah menulis di media massa, namun tidak sedikit yang belum secara produktif rutin menulis.
Sementara itu Kepala Bidang Kemahasiswaan Bimawa UAD Danang Sukantar MPd mengungkapkan, pelatihan ini tujuannya untuk memberi bekal yang cukup bagi mahasiswa untuk menulis artikel dan opini yang memenuhi standar di media massa lokal dan nasional, baik cetak atau online.
"Tata tulis dan tata bahasa harus memenuhi ejaan yang baik dan benar. Judulnya pun harus cantik dan molek, tapi tidak bombastis dan menipu," kata Danang.
Para peserta sangat antusias ketika materi ‘Kiat-kiat Menulis Artikel yang Bermanfaat dan Layak Muat’ disampaikan Sudaryanto SPd MPd, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UAD Yogyakarta, yang sangat interaktif dan memberi solusi bagi mahasiswa yang ingin menulis dengan baik. Ia menyampaikan tiga ungkapan bijak dari Pramoedya Ananta Tour, di antaranya adalah menulis adalah sebuah keberanian.
Menurutnya, membuat artikel populer atau tulisan yang berkualitas, bermanfaat dan layak muat di media massa topiknya harus aktual. Selain itu struktur artikel mudah dipahami, cantelkan berita dari media massa yang ingin dituju dan bidik momentum peringatan.
“Cematilah aspek bahasa artikel dan gunakan kamus besar bahasa Indonesia.
Sudaryanto memberi semangat kepada mahasiswa untuk bisa rutin menulis artikel. Itu salah satu ketrampilan berbahasa yang sifatnya berkelanjutan, yang secara logika jika merutinkan menulis juga akan merutinkan membaca,” paparnya.
Sementara itu, salah seorang peserta bernama Khairul dari Politeknik LPP Yogyakarta jurusan Teknik Kimia, merasa sangat senang karena bisa menambah wawasan. "Jujur, saya memang anak linguistik, namun saya belum menguasai sekali bagaimana tips dan trik dalam pembuatan artikel itu," kata Khairul.
Mengikuti pelatihan itu, membuat Khairul lebih paham bagaimana cara membuat artikel dengan baik dan benar. Selain materi yang bermanfaat, peserta pelatihan juga seru dan suasana juga asyik. Membuat acara pelatihan ini sangat berkelas.
Khairul berharap setelah mengikuti pelatihan itu bisa membagi ilmu yang dia dapatkan dan dapat menetapkannya di kehidupan nyata serta bermanfaat bagi banyak orang. "Saya siap menjadi seorang jurnalis," ungkap Khairul. (Afn)
