Yogyapos.com (SLEMAN) – Debat capres edisi ketiga masih saja jadi perbincangan di masyarakat, langsung maupun melalui media sosial, kendati peristiwa tersebut telah terjadi sejak tiga hari yang lalu.
“Dari debat itu masyarakat dapat mengetahui, ibarat mana emas mana loyang. Mana yang berkualitas dan mana yang tidak bernas dalam mengudar gagasan,” ungkap Dr Iwan Setyawan SH MH, Caleg PDIP Dapil Sleman 1 (Sleman, Turi dan Pakem) kepada yogyapos.com, Rabu (10/1/2024).
BACA JUGA: Debat Capres, Dr Mukhijab MA: Dari Saling Melirik, Serangan ke Prabowo dan Pembelaan Presiden
Bekomentar di sela-sela menunggu sidang di PN Sleman, Iwan yang berprofesi advokat ini tegas menyatakan kualitas capres idolanya, Ganjar Pranowo. Menurutnya, Ganjar bukan saja sanggup menjawab setiap pertanyaan yang ditujukan kepadanya secara gamblang sehingga dipahami oleh penanya dan menambah wawasan masyarakat, tetapi juga sanggup melontarkan pertanyaan-pertanyaan urgen terkait dengan posisi Indonesia di tengah politik global. Bahkan beberapa kali pendapatnya diamini oleh capres Prabowo Subianto, serta relatif dimengerti oleh capres Anies Baswedan meskipun dengan beberapa ‘catatan’ kritisnya.
BACA JUGA: Gus Hilmy Muhammad Sambangi Bupati Bantul, Ada Apa?
“Ini debat yang lumayan dinamis. Saling uji pengetahuan dan gagasan. Namun sayangnya menjadi kurang menarik lantaran ada hal-hal penting yang tidak diperoleh jawabannya saat Mas Ganjar mengajukan pertanyaan kepada Pak Prabowo,” tandasnya.
Pertanyaan Ganjar yang dimaksudkan itu mengenai data Global Peace Index, Global Military Session Index, kapabilitas militer versi Loewe Institute Index yang dinilainya menurut. Demikian pula proporsi anggaran militer.
“Semua pertanyaan itu tak terjawab. Padahal bayangan masyarakat tentu saja akan ada jawaban komprehensif mengingat Pak Prabowo berlatar belakang militer dan hampir lima tahun ini menjabat Menteri Pertahanan. Ini sangat disayangkan. Kesimpulan saya, Pak Ganjar telah sanggup ‘mengunci’ Prabowo dengan pertanyaan berdasarkan data. Istimewa,” lanjut Ketua Bidang Hukum DPC PDIP Sleman.
BACA JUGA: Berapa Dana Kampanye Masing-masing Parpol Peserta Pemilu 2024? Ini Hasil Laporan KPU
Ketidakterjawabkan oleh Prabowo juga terjadi atas pertanyaan capres Anies Baswedan mengenai alutsista, dengan alasan tidak dapat disampaikan karena terkait dengan kerahasiaan negara. Padahal bisa dipilah mana yang masuk ranah rahasia dan mana yang tidak. “Maksud saya, tak semua peroalan keamanan negara menyangkut peralatan itu rahasia. Nah karena tidak sambung bergayut dengan jawaban yang semestinya maka debat pun boleh dibilang macet, yang ujung-ujungnya menimbulkan bullying di tengah masyarakat terhadap capres nomor dua itu. Masyarakat dalam konteks masalah ini tidak memeroleh wawasan,” tukasnya.
Iwan yang juga menjabat Ketua DPC Peradi Sleman ini sampai pada kesimpulan dalam debat edisi ketiga itu roll komunikasi silang tanya dan jawab lebih dapat dinikmati dari Ganjar dan Anies. Keduanya sama-sama memiliki kedewasaan dan penguasaan materi.
BACA JUGA: Mahfud MD Jadi Saksi Pernikahan Dhaup Ageng Pakualaman, Begini Komentarnya
“Kedua capres ini (Ganjar dan Anies-pen) bagus. Bukan saja performa, tetapi penguasaan materi. Mereka juga sama-sama pernah memimpin suatu wilayah sehingga paham dengan problem wilayah dan jalan keluar yang harus dilakukan. Bedanya, Mas Ganjar tandas mengunci Pak Prabowo dengan data yang tak terbantah,” jelasnya.
Iwan yakin, kelak jika Ganjar yang jadi presiden, maka tentu akan mengajak Anies untuk membantunya dengan menyediakan kursi menteri. Demikian pula sebaliknya jika Anies yang jadi presiden, tentu akan mengajak Ganjar untuk membantunya pula.
“Terakhir adalah Mas Ganjar bagi saya merupakan masa depan Indonesia menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Met)
