Dua Dusun di Sleman Alami Kekeringan

share on:
Tanah retak akibat kekeringan nampak di sejumlah wilayah di Sleman || YP-Dok

Yogyapos.com (SLEMAN) - Musim kemarau yang terjadi hingga kini berdampak kekeringan di sejumlah lokasi. Masyarakat di daerah terdampak terancam mengalami krisis ketersediaan air bersih yang berkepanjangan dalam kondisi darurat kekeringan.

“Sejumlah wilayah di Sleman dinyatakan terjadi darurat kekeringan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, Selasa (18/9/2023).

Dampak kekeringan ini mulai dirasakan sejak 1 Agustus dan diperkirakan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2023, wilayah yang merasakan terimbas kekeringan antara lain di Dusun Kaliurang Timur, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem.

“Di Dusun Kaliurang Timur Pakem terdapat dua RT mengalami kekeringan, akibat mata air Kletak debit menurun. Upaya dilakukan dengan droping air dengan cara mengisi Hidran Umum (HU), warga menyalurkan lewat pipa dengan sistem gravitasi,” ungkapnya.

BACA JUGA: Fachry Ali: Rempang Lebih Penting Dibanding Soal Capres

Warga Dusun Sejati Kalurahan Sumberarum Kapanewon Moyudan merasakan hal serupa, lantaran permukaan air di Sungai Progo turun sehingga sejumlah sumur juga mengalami kering.

“Di Dusun Sejati Moyudan,  karena muka air Sungai Progo menurun, sumur warga mengering, warga menyedot air dari Sungai Progo dipompa sejauh 100 meter menuju sumur, air meresap tersaring masuk ke sumur lalu dipompa ditampung pada bak,” terangnya.

BPBD Sleman memperkirakan area lokasi kekeringan terdampak kemarau akan bertambah dalam waktu kedepan, jika tidak segera terjadi hujan.

“Bantuan air bersih tetap akan dikirim selama warga membutuhkan, diperkirakan  dampak kekeringan ini akan terjadi hingga 31 Oktober mendatang,” imbuhnya. (Opo)

 


share on: