YOGYAKARTA merupakan sebuah kota yang kaya dengan seniman dan artis talent. Sayangnya, daya tawar mereka masih sangat rendah. Lebih dari itu, belakangan ini mulai muncul sistem ‘Ijon’ teradap para talent artis, untuk produksi sebuah film.
Penulis cerita ‘Tilik’ Bagus Sumarwanto mengaku prihatin terhadap hal tersebut. Namun, hal itu terjadi karena banyak faktor salah satunya karena para artis talent di Yogyakarta masih bekerja secara mandiri.
“Kalau di Jakarta, persatuan para artist talent ini sangat kuat. Bahkan mereka terlihat sangat agresif dalam mencari peluang. Ketika ada satu talent mendapatkannya, mereka kemudian menggandeng sesama talent sehingga daya tawar mereka sangat tinggi,” ujar Bagus dalam acara Buka Puasa Bersama Artis Talent Jogja di Gubug Pentjeng Resto, Wedomartani Jumat (29/4/2022)
Selanjutnya Bagus menyarankan agar para artis talent di Yogya membentuk sebuah wadah sehingga mereka mempunyai wakil untuk lobby dan berbicara langsung mengenai hak dan kewajiban dengan produser. Sebab, jika hanya bekerja secara individual maka para artis talent rentan diperdaya oleh para ‘makelar’ artis. Melaui wadah atau paguyuban ini nantinya seorang artis talent sebelum produksi harus sudah mengerti apa yang harus dilakukan, sehingga saat produksi crew film tidak bisa berbuat semaunya dengan dalih memenuhi kebutuhan produksi.
“Kita tentu sudah mendengar adanya isu tentang adanya pelecehan seksual oleh crew film. Jika semuanya sudah jelas dari awal, tentu artist talent ini bisa menolak permintaan crew yang tidak sesuai dengan perjanjian yang disepakati,” tanda Bagus.

Bagus Sumarwanto, Penulis Cerita Film ‘Tilik’ || YP-Sulistyawan Ds
Sementara itu, pemeran Bu Dhe Murni sinetron Tukang Ojek Pengkolan - Retno Yunitawati menambahkan, seorang talent artis merupakan faktor penting dalam sebuah produksi film atau sinetron. Peran mereka tak kalah dengan pemeran utama sehingga para talent artis hendaknya tak segan untuk bertanya tentang segala hal yang menyangkut kepentingan dirinya baik sebelum, selama maupun sesudah produksi.
“Jangan merasa rendah diri sebagai seorang talent artis. Tanyakan segala hal sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak tawaran peran,” tandas Retno.
Terhadap fenomena Ijon yang melanda artis talent, Retno menyatakan bahwa hal itu otomatis tak akan terjadi jika para talent sudah mengantisipasi sejak awal. Jadi meski sudah dipinang produser lain, artis talent tetap punya kebebasan untuk menerima tawaran lainnya.
“Saya beberapa kali tetap terima job iklan dan FTV secara freelance, usai produksi TOP beberapa episode. Sebab, komitmen saya dengan produser sudah jelas sejak awal,” tandas Retno. (*/Sds)
