Gending Ladrang Mengiringi Pemberangkatan Jenazah Ki Seno Nugroho

share on:
Ribuan pelayat mengiringi detik-detik pemberangkatan jenazah Ki Seno Nugroho menuju peristirahatan terakhir, Rabu (4/11/2020) || YP-Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Lantunan gendhing ‘Ladrang Gajah Seno’ mengiringi pemberangkatan jenazah dalang kondang Ki Seno Nugroho (48) dari rumah duka Dusun Gayam Argosari Sedayu Kabupaten Bantul, Rabu (4/11/2020) siang.

Gendhing tersebut dilantunkan langsung oleh para pengrawit sejak Ki Sutedjo (selaku dalang, dan wakil para Seniman Yogyakarta) memberikan sambutan pemberangkatan jnazah almarhum menuju tempat peristirahan terakhir Makam Semaki Gede Umbuharjo Yogyakarta.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSU PKU Gamping, Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 22.25.

Menurut Humas RSU PKU Gamping Hepy Setyo, Ki Seno masuk ke rumah sakit pukul 19.28. Kemudian mendapat perawatan intensif di ICCU. Lantaran ada penyumbatan pada jantung, nyawanya tidak tertolong.

Dari keterangan keluarganya, pada Selasa sore Ki Seno sempat beraktivitas sepeda. Namun tiba-tiba dada merasa sesak dan muntah-muntah. Pihak keluarga pun bergegas membawa RSU PKU Gamping.

“Seluruh seniman baik pengrawit, dalang, warangggono, pemain jatilan dan seluruhnya merasa kehilangan anak saya Ki Seno Nugroho,”  ungkap Ki Sutejo dalam sambutannya, sembari mencucurkan air mata. Suasana duka dan lelehan air mata juga tampak di wajah para pelayat.

Ki sutedjo mengungkapkan bahwa Almarhum saat ditimbali dan kembali ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa justru sedang dalam puncak ketenaran. Ia berkeinginan dan bercita-cita ngluhuraken (memuliakan para sesepuhnya). Dan itu diharapkan akan dilanjutkan oleh istri Ki Seno Nugroho, Agnes Widiasmoro beserta seluruh putra-putrinya.

Jenazah Ki Seno Nugroho dimakamkan dalam satu liang lahat dengan bapaknya Ki Suparman Cermo Wiyono. Ini juga berdekatan dengan kakeknya Ki Bancak Cermodiharjo dan pamannya Ki Suparman.

Nampak ribuan pelayat mengiringi upacara pemakaman tersebut. Karangan bunga dari berbagai pihak juga terpassng di rumah Duka dan Makam Semaki Gede.

Ki Seno wafat meninggalkan seorang istri Nyi Agnes Widiasmoro A, tiga anaknya masing-masing Kinanti, Gading Pawukir dan Jenar Nyimasayu (Supardi/Dol)

 

 

 

 


share on: