Yogyapos.com (YOGYA) - Gusti Yudhaningrat mengaku sangat terpukul dan kaget ketika mendengar kabar meninggalnya dalang Ki Seno Nugroho. Bagi dia, Ki Seno seperti keluarga sendiri.
“Orangnya ramah, mudah bergaul, pintar dan adaptif dengan tren pewayangan. Relasi almarhum juga luas. Mulai pejabat, seniman, budayawan dan masyarakat umum. Almarhum sangat senang membaca buku, surat kabar ataupun media online. Orangnya pun inovatif. Selalu punya cara baru dan unik untuk menggaet penonton. Gaya pakem mendalangnya juga konsisten. Bahkan bisa dibilang dalang yang digemari kaum milenial,” kata Gusti Yudha di sela pemakaman, Rabu (4/11/2020).
Gusti Yudha berkisah, pada 2018 sempat dicurhati oleh Ki Seno tentang kondisi badannya yang mudah sakit. Ki Seno lantas memutuskan mengurangi jadwal pergelarannya. Jika biasanya dalam seminggu nonstop, kemudian dibatasi seminggu 3 kali pentas.
“Sudah belasan kali Ki Seno pentas di Yudonegaran. Saya berjumpa terakhir kali dengan almarhum pada acara Suronan kemarin di Parangkusuma. Parasnya sudah terlihat capek, namun tetap ramah dengan siapa saja. Saya berpesan kepada para dalang muda untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita Ki Seno Nugroho. Pesan yang selalu saya ingat dari almarhum adalah: ‘Ngeli Ning Aja Keli’,” terang Gusti Yudha. (Fadholy)
