Yogyapos.com (BANTUL) - Kepala Kantor Bea Cukai Yogakarta Hengky TP Aritonang menegaskan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk wilayah yang subur bagi peredaran rokok cukai ilegal. Sebab itu perlu upaya pencegahan agar negara tidak dirugikan.
“Cukai rokok di DIY rata-rata Rp 350 Miliar per tahun. Sedangkan secara nasional Rp 175 Triliun per tahun. Dengan adanya peredaran rokok ilegal (tanpa cukai), maka negara dirugikan,” ujar Hengky TP Aritonang, di sela menjadi pembicara Whorkshop Pemberantasan Cukai Ilegal Tahun 2020, di Bantul, Selasa (1/9/2020).
Dalam whorkshop yang diselenggarakan oleh Sat Pol PP Bantul ini, ia menyatakan rokok ilegal harganya relatif murah dibandingkan yang bercukai, maka cukup laku di pasaran termasuk di kota dan desa.
Ciri-ciri rokok ilegal diantaranya bungkus tidak berpita. Apabila ada pitanya adalah hasil rekayasa oleh pihak yang mempunyai kepentingan. Harganya rokok jenis itu juga murah dan kadang tanpa label harga.
“Untuk mengantisipasi agar peredaran rokok ilegal berkurang, maka perlu upaya, salah satunya melalui sosialisasi sebagaimana yang kini kita diadakan,” tambah Hengky.
Acara ini diikuti oleh para Lurah dan Camat se-Kabupaten Bantul. Diharapkan mereka bisa ikut melakukan pengawasan dan pencegahan peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya.
Ia juga menyatakan, beberapa waktu lalu Kantor Bea Cukai Yoagayarta telah menangkap dan mengamankan serta kini sedang menyidik pelaku penjualan rokok ilegal. Ia bisa dipersalahkan melakukan pelanggaran pidana.
Rokok yang dipasarkan oleh yang bersangkutan diantaranya berasal dari Jawa Tengah. Ini artinya peredarannya ke DIY relatif cepat karena secara kewilayahan DIY dekat dengan Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara workshop ini yang juga Kasat Pol PP Bantul, Yulius Suharta, mengatakan tentang pencegahan peredaran rokok ilegal perlu dilkukan. Sat Pol PP bersama Kantor Bea Cukai Yogyakarts sudah melakukan pencegahan bersama.
"Dengan adanya acara ini, maka nantinya Sat Pol PP dan para peserta whokshop (Camat dan Lurah) akan melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi dan edukasi ke masyarakat,” kata Yulius.
Sedangkan Bupati Bantul Drs H Suharsono, dalam sambutannya saat mebuka whorkshop ini mengatakan, dengan adanya workshop diharapkan bisa memberikan manfaat berkaitan dengan bea cukai agar negara tidak dirugikan. (Supardi)
