Hasil Rapid Test, 2 Hakim dan 7 Karyawan PN Sleman Reaktif

share on:
Kepala Humas PN Sleman, Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (8/9/2020) terpaksa dikurangi setelah diketahui sebanyak 2 hakim dan 7 karyawannya terpapar Covid-19 berdasarkan rapid test yang dilakukan sehari sebelumnya.

Kepala Humas PN Sleman, Rosihan Juhriah Rangkuti SH MH ketika di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kini 2 hakim dan 7 karyawan tersebut dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani Swab, serta isolasi mandiri. Hal ini dilakukan sesuai prosedur penanganan Covid-19 sebagaimana yang selama ini diberlakukan oleh pemerintah.

“Senin (7/9/2020) kemarin kami melakukan rapid test terhadap seluruh aparatur, baik hakim maupun pegawai di sini. Hasilnya, ternyata ditemukan 9 orang yang reaktif dan kemudian disarankan dari RS Bethesda untuk isolasi mandiri. Sesuai saran, kemudian ditindak lanjuti Swab. Sekarang semuanya yang diketahui reaktif sedang mengikuti tes Suwb di RS Hermina,” ujar Rosihan kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya.

Dijelaskan, dari 9 orang yang ada 2 diantaranya adalah hakim. Slebihnya Panitera, Panitera Pengganti, Office Boy dan Staf Administrasi. Dengan adanya peristiwa itu maka kunjungan tamu atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan di kantor PN Sleman dikurangi. “Bukan menghentikan aktivitas. Tapi mengurangi kunjungan, karena sedang dilakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan. Dan yang dilayani persidangan darurat serta oengurusan masa penahanan yang habis waktunya,” jelasnya. Sampai kapan pengurangan aktivitas dilakukan, Rosihan menyatakan belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil swabnya. Artinya kalau sudah terima dan ternyata butuh menghentikan semua kegiatan. “Kita tunggu lima hari ke depan. Semoga hasil Swab negatif,” tukanya.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19 Sleman, dr Novita Krisnaeni saat dikonfirmasi menyatakan belum mendapat laporan tentang peristiwa tersebut. Karena mungkin rapid test dilakukan oleh provinsi. “Kita tunggu hasil Swab. Sebab reaktif rapid test belum tentu positif Covid-19,” ujarnya. (Agung DP)

 

 

 


share on: