Yogyapos.com (YOGYA) - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR Fakhrudddin Kota Yogyakarta sukses giat halaqah budaya bertajuk ‘Kawula Muda; Meruwat Kearifan Lokal dalam Pusaran Budaya Muhammadiyah’, di Langgar Kidoel KH Ahmad Dahlan, Kauman, Yogyakarta, Senin (18/4/2022) petang.
Sekretaris Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY H Eko Wuryanto yang hadir mengantikan Ketua LSBO Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta KRT Dr Akhir Lusono W SSn MM menyambut positif acara tersebut.
“Kami menyambut positif kegiatan yang diinisiasi IMM AR Fakhruddin ini. Yakni untuk menggali kembali serta menguatkan tradisi-tradisi dan kearifan lokal Kota Yogyakarta dalam langkah gerak syiar Muhammadiyah dan angkatan muda ke depannya,” ujarnya.
Eko menegaskan, kelemahan saat ini yakni pada sisi inklusivitas gerakan seyogyanya pada Munas Tarjih ke 22 tahun 1995 telah ditetapkan bahwa karya seni hukumnya mubah (boleh) selama tidak mengarah atau mengakibatkan fasad (kerusakan), dlarar (bahaya), isyyan (kedurhakaan), dan ba’id ’anillah (terjauhkan dari Allah). Sehingga pengembangan kehidupan seni dan budaya dikalangan Muhammadiyah harus sejalan dengan etika atau norma-norma Islam.” ungkap H Eko Wuryanto
Sedangkan pegiat budaya dan eks Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM AR Fakhruddin Yogyakarta, Safrilul Ulum SAP mengapresiasi kegiatan halaqah budaya ini sebagai momentum refleksi dan evaluasi bersama, masih pantas dan adakah seni budaya dan olahraga di IMM?
“Dalam halaqah ini kita juga mencoba mencari pemaknaan budaya yang telah luntur seiring munculnya budaya-budaya baru saat ini,” ujarnya.
Dia melihat kondisi saat ini ada tendensi keruntuhan akan nilai-nilai budaya di dalam generasi muda. Terjadi kekaburan antara kebudayaan tradisi. “Sesungguhnya IMM hari ini berada di tengah kebudayaan global, maka kawula muda saat ini mesti memperkuat tradisi itu sendiri karena dengan itu kita bisa menguatkan identitas dan karakter gerakan,” ajaknnya.
Halaqah budaya ini diikuti seluruh kader IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta. Mulai dari bidang umum hingga bidang Seni Budaya Olahraga masing-masing komisariat. Mereka membawa pandangan yang berbeda-beda. Muhammad Grandi kader IMM Fakultas Hukum UMY juga menegaskan hadirnya halaqah budaya sendiri menjadi bukti bahwa Muhammadiyah dekat dengan kebudayaan dan kesenian khususnya di tataran Kota Yogyakarta.
Grandi menyampaikan sebagai kader sudah sepantasnya kolaborasi dan mendorong supaya kebudayaan terus maju. “Dalam artian merawat nilai-nilai luhur, tradisi-tradisi yang bagus, terus berinovasi menghadirkan kesadaran budaya dan memunculkan nilai-nilai yang baru,” ujarnya.
Hasil halaqah budaya ini sebagaimana tuturkan Sofyan Faisnanto selaku Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM AR Fakhruddin saat ini, besar harapkan ke depan dapat menjadi sebuah gagasan gerakan, pemikiran, purana atau dasar aturan dari pegiat budaya Muhammadiyah. Sehingga timbul upaya untuk penyelamatan dan pengembangan budaya itu sendiri.
“Sebagai kawula muda Muhammadiyah mengadakan halaqah ini meminta kepada puruhita atau orang-orang ahli untuk kembali memberikan ruang dan wejangan, memberikan arti terhadap gerak kebudayaan kita di kalangan mahasiswaserta bagaimana posisi kebudayaan itu menghadapi tantangan saat ini,” pungkas Sofyan Faisnanto. (*)
