IMM AR Fakhruddin Yogya Gelar Workshop 'Sangkan Paraning Pakaryan' di Desa Wisatata Rajek Wetan

share on:
Suasana workshop 'Sangkan Paraning Pakaryan' yang diinisisasi IMM AR Fakhruddin, di Desa Wisata Rajek Wetan, Tirtoadi, Mlati, Sleman || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Abdul Rozaq Fakhruddin Kota Yogyakarta menggelar acara kolaboratif  ‘Workshop Sinema; Sangkan Paraning Pakaryan’ bekerja sama dengan Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta dan Sinartha Films di Desa Wisata Budaya Rajek Wetan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, bau-baru ini.

Workshop yang diadakan selama dua hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai Komisariat dan salah satu Komunitas Film dariProgram Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta “Mafia Unisa”.

Acara ini menghadirkan praktisi Film Hari Akbar Sugiantoro SIKom MA, Sutradara Film Lemah Teles sekaligus CEO Jogja Sinau Arif Yulianto SPd, Content Creator dan Sutradara Film Pendek Ngapak Polapike, Rendra Polapike, Aktor Film dan Pelaku Seni Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta Setiawan SW, juga Pegiat Sejarah dan Seni Budaya Prastowo Budi Purnama.

“Saya berharap dengan adanya ruang diskusi dan workshop semacam ini dapat dijadikan sebagai tradisi oleh mahasiswa dalam berkarya dan workshop seperti ini tidak hanya diadakan pada tahun ini saja tapi juga tahun yang akan datang dengan berbagai macam jenis film yang variatif dan tentunya berasal dari berbagai referensi yang cukup,” ucap Hari Akbar saat pemaparan materi.

Menurut Content Creator Kampung Polapike sekaligus Sutradara Film Pendek Bocah Ngapak KebumenRendra Polapikekegiatan workshop ini dapat dimaknai sebagai bentuk keterlibatan calon sineas muda dalam pelestarian budaya kreatifitas.

Para peserta dan pemateri workshop || YP-Ist

“Film dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan seperti halnya budi pekerti. Film memiliki peran penting sebagai pengembangan seni budaya, salah satu aspek peningkatan sumber daya manusiakuncinya adalah terus berkarya tak perlu terlalu terang cukup ada dan tak kunjung padam. Saya berharap workshop ini dapat berkelanjutan sehingga kegiatan ini bisa menjadi barometer untuk para professional-profesional muda di bidang seni audiovisual sineas-sineas yang kelak akan mengisi dunia film nasional di masa yang akan datang,” tambah Rendra Polapike.

Dalam akhir acara tersebut juga diadakan bincang kolaborasimenentukan road map pasca kegiatan selesai sebagai bentuk follow up kegiatan workshop ini. Disampaikan oleh Sofyan Faisnanto selaku ketua bidang Seni Budaya dan Olahraga PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta.

“Sebagai wadah dalam mengapresiasi kader yang memiliki kompetensi keahlian dalam pembuatan karya film audio visual. Follow up nanti kami telah merancang bangunkan beberapa konsep yang mengarah pada proses produksi karya Film. Melihat potensi kader dan berbagai dukungan dari steakholder terkait insya Allah tahun ini kita siap bergandengan tangan dalam berkarya,” ujar Ketua Panitia, Faiz kepada yogyapos.com, Selasa (31/5/2022). 

Semoga dengan adanya ruang kolaborasi baru yang ada di IMM AR Fakhruddin ini dapat menambah semangat kader untuk giat dalam kolaborasi, berprestasi, kreatif dan aktif dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia. (*)


share on: