Yogyapos.com (SLEMAN) - Obyek wisata sejarah Monomen Jogja Kembali (Monjali), di Jalan Ringroad Utara Sleman, semakin menarik perhatian wisatawan. Bahkan pada Nataru kali ini jumlah pengunjungnya mengalami peningkatan.
“Pada hari libur Natal dan Tahun (Nataru) pengunjung meningkat meskipun secara global tahun 2024 pengunjung ada penurunan sedikit. Namun meskipun berkurang tahun lalu, untuk pegunjung bisa mencapai diatas 135 ribu,” ungkap Kepala Bidang Operasional Monjali, Nanang Dwinarto kepada yogyapos.com, di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2025).
BACA JUGA: Pegiat Teater dan Jurnalis Baca Topomini Padukuhan Terbitan Dinas Kebudayaan Sleman
Menurutnya, penyebab turunannya pengunujung dikarenakan berapa fakor diantaranya ada hajatan pilpres, pemilihan caleg serta pilkada. Semua itu sangat berpengaruh untuk kunjungan wisatawan.
Kabid Operasional Monjali Nanang Dwinarto || YP-Agung DP
Ia juga menjelaskan, pengunjung Monjali bisa dikatogorikan menurut waktu tertentu ada perbedaan. Perbedaan dalam arti orang yang berkunjung, seperti pada liburan Natal atau Idul Fitri pengujung didominasi lebih ke rombongan keluarga, meski rombongan dari sekolah juga ada namun persentasinya sedikit. Setelah itu kunjungan dipenuhi oleh rombongan anak-anak sekolah dari luar Yogya.
BACA JUGA: Tanah 3,3 Hektar Milik Tukul Berhasil Dieksekusi, Advokat Iwan Setyawan Merasa Lega
“Pada tahun 2025 ini, kami menargetkan kunjungan Monjali bisa mencapai 220 ribu dan kami optimis bisa tercapai,” ungkap Nanang.
Monjali menyuguhkan berbagai jumlah koleksi benda-benda bersejarah kurun waktu 1945-1949 perjuangan kemerdekaan, koleksi berupa dokumen, senjata, alat transportasi maupun alat komunikasi serta pendukung lain seperti foto para pejuang kemerdekaan. Monjali juga menyediakan spot-spot untuk foto bagi pengunjung dan diberikan pelayanan panduan.
“Monjali termasuk museum koleksi terbanyak," jelas Nanang.

Salah satu dari sekian banyak diorama yang ada di Monjali || YP-Agung Dwi Purwanto
Sementara itu ditemui terpisah, Hesti Kusuma Dewi selaku Humas Monjali mengungkapkan dengan mengunjungi Monjali disamping pengunjung dapat menikmati liburan juga mendapatkan edukasinya. Karena museum ini merup kan sarana rekreasi juga ada edukasinya sehingga anak-anak muda mengenal sejarah dan tidak melupakan sejarah.
BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis, Disdikpora Bantul Masih Tunggu Juklak dan Juknis
Mengutip kata-kata Bung Karno ‘Jasmerah’ alias ‘Jangan sekali-kali melupakan sejarah’, karena disana ada jejak-jejak perjuangan para pahlawan.
“Kami mengajak generasi muda untuk berjalan jalan ketempat sejarah sepeti ke Monjali supaya bisa tahu bagaimana para pahlawan kita dahulu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak mudah, dengan berkunjung ke Monjali untuk mengambil positifnya,” tandas Hesti. (Agung DP)
