Yogyapos.com (SLEMAN) - Komandan SAR DIY, Brotoseno menyatakan para relawan selalu siaga mengantisipasi dan menghadapi bencana alam di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penegasan tersebut disampaikan menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan aktivitas Gunung Merapi yang meningkat sesuai informasi BPPTKG yang menaikkan status dari Waspada menjadi Siaga Level III, sejak Kamis (5/11/2020) pukul 12.00.
“Sebagai SAR beserta relawan dan segenap potensinya, tidak sedang berstatus apapun selalu membangun mitigasi,” tegasnya usai mengikuti acara pelatikan Pamong Kalurahan Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (5/11/2020).
Seno, sapaan akrab alumnus ISI Yogya, mengingatkan bahwa kunci dari mitigasii itu adalah konsolidasi. Target dari konsolidasi itu silacsiden sebesar apapun yang namanya bencana, bagaimana caranya tidak ada korban manusia dengan konsolidasi serta melalui pendidikan dan latihan-latihan yang berkaitan koten rescue.
Sedangkan terkait dengan berapa pos yang dibangun tergantung pemetaan daerah bencana dan khususnya di Sleman ada tuju Kalurahan yang dekat dengan incar Merapi dari Girikerto, Wonokerto Purwobinangun,Hargobinangun, Umbulharjo, Kepuharjo dan Galgaharjo.
“Kebetulan sejak tahun 2011 dari tujuh Kalurahan tersebut sebagai tim pendamping di siaga bencana dan masing-masing minimal 50 orang anggota SAR dan semoga tidak terjadi apa-apa,” tandasnya.
Sementara tentang peningkatan status Merapi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono meminta masyarakat tidak panik.
“Masyarakat kan sudah hafal, terutama yang di sekitar Merapi Sleman sudah paham, tidak panik. Demikian juga yang jauh dari gunung Merapi tidak usah panik dengan kenaikan status,” pintanya seraya menyatakan akan mengeluarkan edaran pemberitahuan.
Meski demikian, Gubernur berharap kepada warga tetap memerhatikan Gunung Merapi. Terutama mereka yang berada di selatan, barat dan timur Merapi. Demikian juga Pemerintah Kabupaten Sleman tentu mengantisipasi semuanya. (Agung DP)
