Ketuk Perhatian Pemerintah, Warga Dlingo Gelar Merti Gethek

share on:
Merti Gethek di tepi Kali Oya  || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Jika orang bilang hidup adalah perjuangan, selayaknya kita berkaca pada kehidupan warga padukuhan Pokoh 1 dan Pokoh 2, Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Mereka harus menyeberangi sungai untuk sekedar menjalani rutinitas harian.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-nikmati-suasana-bohemian-di-djiwa-cafe--resto-9320

Warga kedua padukuhan itu sebagian besar berprofesi selain sebagai petani, mereka juga memelihara sapi. Uniknya, ladang mereka banyak yang berada di padukuhan Menggoran, Bleberan, Playen, Gunungkidul yang dipisahkan oleh Kali Oya. Setiap hari mereka wira-wiri menyeberangi Kali Oya untuk berladang atau ngarit mencari pakan sapi.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-partai-ummat-lolos-verifikasi-berhak-ikut-pemilu-2024-9318

Alat transportasi utama mereka adalah gethek (perahu bambu). Jika tukang gethek sedang libur, mereka tak segan menyebur ke kali demi bekerja dan mendapatkan pakan sapi. Hal itu sudah mereka lakukan sejak dulu kala.

Warga menyeberangi Kali Oya dengan gethek || YP-Wahjudi Djaja

Demi keselamatan warga Pokoh itu, diadakanlah upacara adat Merti Gethek di tepi Kali Oya pada Sabtu sore (31/12/2022). “Biasanya Merti Gethek ini digabung dengan upacara Merti Dusun. Tetapi untuk tahun ini kita adakan sendiri,” terang Giriyanto, Kepala Padukuhan Pokoh 1.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-musibah-tak-halangi-watie-respati-melukis-9316

Upacara adat berupa kenduri sederhana yang dihadiri oleh sebagian warga. Mereka kebanyakan para pengguna gethek dan pemilik gethek. Saat ini di sepanjang kali Oya di padukuhan Pokoh ada 6 gethek biasa dan 1 gethek wisata. 

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-festival-nyekar-bareng-5-upaya-lestarikan-tradisi-warisan-leluhur--9315

Melalui Merti Gethek ini, lanjut Giriyanto, pihaknya memohon keselamatan bagi warga pengguna gethek dan gethek itu sendiri agar tidak hanyut atau celaka.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-prima-founder-gandeng-aniek-sunyahni-gelar-desa-penyanyi-di-somngbanyu-dan-petarangan-9314

“Kelak jika pemerintah sudah membuatkan jembatan, upacara Merti Gethek ini tetap akan kami lakukan sebagai pengingat bahwa gethek pernah sangat berjasa untuk warga kami,” pungkas Giriyanto. (Iud)

 

 

 

 

 

 


share on: