Khitanan Massal Yayasan Sabibussalam Diikuti 23 Anak

share on:
Sebagian peserta khitanan massal berkesempatan foto bersama Bupati Bantul Drs H Suharsono || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Yayasan Sabilussalam Prody Present Baturetno Banguntapan Kabupaten Bantul menerapkan sistem non asrama dalam mendidik para santrinya yang juga  berstatus sebagai yatim piatu. Kebijakan ini dilakukan Ini agar lebih efekrif dan hasilnya maksimal. 

“Para santri tidak diasramakan di yayasan ini. Melainkan yang kami terapkan dalam memberikan pendidikan kepada mereka tetap tinggal di rumahnya masing-masing. Mereka  belajar di yayasan ini 4 hari per minggunya setiap sore,” kata Ketua Yayasan Sabilussalam Baturetno, Ir H Masjhud Rahmy didamping Wakilnya, Royikin  kepada yogyapos.com, di sela menyelengarakan khitanan masal yayasan ini, Minggu (11/9/2020). Khitanan massal kali ini diikuti 23 anak.

Para santri diantaranya diberikan pelajaran agama (mengaji, akhlaq dan doa) dan seni berupa seni angklung dan paduan suara.

"Dengan cara demikian para santri tetap bisa bersosialisi dengan keluarga dan sekolah serta bisa sekolah dan bisa menguasai ilmu agama sesuai fasenya. Selain itu  sistem ini lebih efisien biaya dibandingkan sistem asrama,” tambahya.

Anggaran untuk yayasan ini berasal dari para donatur termasuk didapat dari masyarakat setempat.     

Khitanan massal yang diikuti 23 anak ini dihadiri oleh Bupati Bantul Drs H Suharsono dan juga anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra Novi Sarhati.

Suharsono memberikan santunan Rp 100.000 per anak dan Novi Sarhati menyantuni Rp 25.000 per anak. (Supardi)

 


share on: