Ki Seno Istiqomah, Radio Swadesi Siap Putar Ulang Kreasi Almarhum Selama 7 Hari

share on:
Hendro Plered || YP-Fadoly

Yogyapos.com (YOGYA) - Seniman Hendro Plered paham betul terhadap proses kreatif Ki Seno Nugroho mulai dari nol. Dari bukan siapa-siapa, hingga menjadi dalang fenomenal nan kondang.

Ditemui di sela pemakaman Rabu (4/11/2020), Hendro Plered mengungkapkan jika Ki Seno adalah sosok yang enak diajak berkawan. Bisa untuk sharing ide dan konsep.

“Beliau sangat suka gojekan. Kata yang terlontar dari almarhum membuat orang di sekeliling pasti tertawa. Bahkan pernah suatu waktu saya nyawer sindennya Rp 100 ribu. Lalu ditanya oleh Ki Seno: Sopo kuwi sek nyawer? Sinden menjawab, mas Hendro. Dengan nada gojekan, Ki Seno lantas berujar: nyawer kok Rp 100 ribu, koyo wong tipis. Sontak para penonton pun terpingkal-pingkal,” kenang Hendro Plered.

Dimata Hendro Plered, almarhum adalah dalang yang konsisten dan istiqomah dengan profesi yang dijalaninya. “Banyak dalang yang beralih profesi. Namun Ki Seno istiqomah dengan jalan yang dipilih. Almarhum tidak hanya digemari di wilayah DIY, bahkan di tlatah tanah Jawa dan Nusantara. Saya tahu betul honor pertama ‘ndalang’ yang diterima Ki Seno, yakni Rp 250 ribu, itu tahun 90-an. Semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Kita doakan almarhum husnul khotimah,” jelas pendiri Radio Swadesi ini.

Hendro juga berencana selama 7 hari ini akan memutar nonstop kreasi lakon wayang yang diampu Ki Seno di Radio Swadesi. Terkait penerus almarhum, dalam pandangan Hendro Plered, anak keduanya Gading Puwakir mempunyai potensi dan mumpuni. “Setiap ayahnya pentas, Gading selalu menemani. Bahkan beberapa kali menjadi asisten bagi ayahnya,” pungkas Hendro. (Fadholy)

 


share on: