Kiprah Klomtan Srikandi Kian Moncer

share on:
Ketua KWT Srikandi menerima penghargaan sebagai juara 1 Adhikarya Pangan Nusantara 2021 Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kiprah Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Dusun Mrican, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok dalam optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan tak diragukan lagi. Tak ayal, sejumlah prestasi berhasil disabet baik di tingkat Kabupaten hingga kancah nasional.

Sejak dirintis pada 6 tahun silam, KWT Srikandi yang diketuai oleh Nur Handayani ini terus berkarya dan berinovasi serta terus berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi anggota dan masyarakat luas, terlebih saat dimasa pandemi seperti ini.

Belum lama ini, KWT Srikandi berhasil menyabet Juara I Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2021, kategori pelaku Usaha Ketahanan Pangan ( kelompok gabungan/ kelompok pengelola kegiatan produksi pangan/pemanfaatan pekarangan).

“Penganugerahan penghargaan sebagai juara satu oleh Pemkab Sleman pada Adhikarya Pangan Nusantara (APN) pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 untuk KWT Srikandi, ini sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Nur Handayani saat berbincang dengan yogyapos.com, Sabtu (16/10/2021) pagi.

Bukan hanya itu, pada ajang kompetisi nasional, KWT Srikandi Mrican didapuk untuk mewakili DIY dalam perlombaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI, berbarengan dengan peringatan Hari Tani tahun 2020.

“Alhamdulillah kita meraih prestasi lima besar tingkat nasional dalam perlombaan P2L tahun 2020, meski belum menjadi juara satu namun penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk lebih meningkatkan manajemen, semoga bisa menginsirasi yang lain,” ucapnya.

Menurut dia, inisiatif dalam memanfaatkan kawasan sempit sekitar permukiman padat penduduk menjadi tantangan tersendiri, urban farming, itulah konsep yang dipunyai kelompok wanita tani yang kini anggotanya mencapai 50 orang. Dalam demplot ditanam aneka tanaman sayuran sayuran, tanaman toga, pohon tanaman buah, ternak ayam kampung dan usaha perikanan.

“Lahan yang kami kelola sekitar 540 meter persegi yang merupakan tanah kas desa milik Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, dulu saat awal berdiri pada Desember 2015 jumlah anggota sekitar 30 orang, namun seiring perkembangan saat ini anggota telah tercatat sebanyak 50 orang, diharapkan semakin banyak anggota akan berdampak positif kepada masyarakat secara lebih luas lagi,” ujarnya.

Dukuh Mrican, Sumarji mengungkapkan bahwa demplot KWT Srikandi bukan hanya sebagai penopang ketahanan pangan, namun pihaknya akan mendorong agar selalu inovasi kekinian di lokasi tersebut sehingga menjadi sebuah tempat wisata pendidikan yang menarik untuk dikunjungi.

“Selain dari dana swadaya anggota, selama ini kita mendapatkan dukungan dari pihak Pemerintah Kalurahan, selain itu dilakukan pula kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kami berharap keberadaan KWT Srikandi dapat memberikan dampak positip bagi masyarakat luas,” tutur Sumarji. (Opo)


share on: