Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota DPR RI dari Partai Golkar dapil DIY, Drs H Gandung Pardiman MM, menaruh empati terhadap nasib para petani bawang merah (brambang) di Nawungan Bantul yang penjualan hasil panennya dikemplang. Padahal saat penjualan hasil panen tersebut dihadiri pula oleh sejumlah pejabat setempat. Tapi hingga kini belum ada penyelesaian, sehingga nasib para petani sangat memprihatinkan.
“Saya juga ikut prihatin atas musibah itu. Kasihan para petani, namun Saya sempat bersikap diam karena khawatir dikira ikut mencampuri. Namun mungkin saya nantinya juga akan berupaya mencarikan solusinya,” ungkap Gandung Pardiman, dalam salah satu acara dengan para petani di Kebonagung Imogiri Bantul, belum lama ini.
Dalam acara yang juga dihadiri Bupati BantuI H Abdul Halim Muslih ini, Gandung berharap petani jangan rugi dan menderita. Sehingga harus ada solusinya yang memihak kepada para petani.
“Kalau tidak ada solusinnya, maka salah satu jalan terbaiknya kasus itu segera dilaporkan ke polisi,” tuturnya.
Seperti marak diberitakan, April 2021 para petani di Nawungan panen raya. Bawang merah hasil panennya dibeli oleh salah seorang pembeli berinisial Sgt dan mengaku dari Koperasi 3 M Jetis Bantul.
Dalam acara yang informasinya juga dihadiri oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ini dan pihak Pertanian Bantul, harga bawang senilai sekitar Rp 360 juta.
Para petani berupaya agar hal itu ada solosinya. Cara yang telah ditempuh banyak diantaranya mengadu ke DPRD dan negosiasi dengan pihak Dinas Pertanian Bantul. Namun hingga kini belum ada solusinya.
Informasi yang diterima yogyapos.com juga menyebutkan, pihak Pemkab Bantul sempat melakukan pertemuan. Sedangkan Sgt dalam keterangan tanggal 2 September 2021 menjual 13 ton seharga Rp 204.490.000. Dari penjualan itu sudah dibayarkan kepada petani Rp 196.789.000. Adapun sisanya dari hasil penjualan 7 ton bawang merah ini sebesar Rp 119.000.000 berada di tangan orang lain. (Supardi/Met)
