Yogyapos.com (YOGYA) - Sejumlah ormas seperti Jogoboyo, Merkade, Forum Masyarakat Madani (FMM), Mbah Joyo Centre yang tergabung dalam Kawulo Ngayogyakarta Peduli Bangsa (KNPB) melakukan aksi unjuk rasa. Aksi dimulai dengan kirab bregada dari parkiran Bank Indonesia, kemudian menuju Titik Nol KM, Kamis (3/12).
Ini sebagai bentuk penolakan munculnya kaum intoleran dan radikalisme. Para pengunjuk rasa juga secara tegas menolak revolusi akhlak yang digaungkan Habib Rizieq Shihab.
Koordinator Acara Waljito mengatakan, pihaknya menolak jka Yogya akan dijadikan panggung revolusi Rizieq Shihab. Saat ini dirasa tepat karena di masa pandemi Covid-19 ini, aksi-aksi pendukung Rizieq akan menimbulkan kerumunan massa dan bisa menimbulkan klaster baru.
“Jika terjadi mobilisasi massa dari luar kota, maka dikhawatirkan Yogya bisa jadi zona hitam (penularan covid-19). Ini harus dipahami marilah kita jaga persatuan dan kesatuan karena bangsa ini dalam posisi menghadapi bencana," ungkap Waljito dalam orasinya.
Sedangkan Mbah Joyo mengatakan, ada beberapa kelompok yang lalai dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). Ada juga yang sengaja memaksakan diri mengumpulkan massa dan berpotensi tinggi penyebaran corona.
“Masyarakat Yogya tidak akan mendukung seruan revolusi akhlak yang disampaikan Rizieq. Warga Yogya menjujung tinggi keberagaman dan pluralisme, enggan dipengaruhi dengan revolusi akhlak. Melalui aksi ini, kami menolak bentuk radikalisasi apapun yang akan merusak Yogya,” tandas Mbah Joyo. (Fadholy)
