Komunitas Tahlilan, Campursari, Club Mobil pun Dukung Sri Muslimatun-Amin Purnama

share on:
Tambahan deklarasi dukungan dari komunitas tahlilan, campursari dan klub mobil Fiat untuk kemenangan Sri Muslimatun-Amin Purnama || YP-Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dukungan komponen masyakarat kepada pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman nomor 2, Dra Hj Sri Muslimatun MKes-Amin Purnama SH (MuliA) bagai tiada henti.

Lihat saja, dua hari sebelum masa tenang muncul lagi dukungan dari komunitas Yogyakarta Fiat Club, Generasi Muda FKPPI, Jamaah Tahlilan dan Campursari Cebongan. Deklarasi dukungan dilakukan di Warung Kopi Anyar, Jalan Shinta, Sariharjo, Ngaglik Sleman, Jumat (4/12/2020) sore.

Terhadap dukungan ini, Anas Widiarto maupun Yoyong Wahyono dari Tim Relawan MuliA menyatakan apresiasinya, karena berarti semakin menambah gerbong yang sangat bisa diharapkan dapat melaju menuju terminal kemenangan Pilkasa Sleman 2020. Membawa perbaikan moral demi masa depan Sleman yang lebih baik.

“Alhamdulillah sampai menjelang masa tenang masih ada komunitas-komunitas yang deklarasi menyatakan dukungan untuk Bu Muslimatun dan Pak Amin Purnama. Ini patut disyukuri, karena berarti semakin lengkap. Tak ada komunitas di Sleman yang tidak mendukung pasangan MuliA,” ujar Anas dalam sambutannya.

Dukungan serupa sebelumnya dilakukan di Aula Sakinah, kemudian di Cengkir Resto oleh sebanyak 40 UMKM, dan oleh 15 ragam komunitas di nJongke Kopi. Semua dukungan tersebut didasarkan pada pertimbangan riil, terutama lantaran pasangan calon tersebut memiliki trackrecord yang baik, bersih dan berkualitas.

Sri Muslimatun misalnya, sangat tidak bisa diragukan pengalamannya di birokrasi. Ia lekat di hati masyarakat Sleman karena selama hampir genap 5 tahun menjadi Wakil Bupati telah sering menuntaskan problem-problem masyarakatnya.

“Kami dari Yogya Fiat Club (YFC) mendukung pasangan calon bupati MuliA. Kami tulus, tidak minta apa-apa. Bu Muslimatun pintar, berpengalaman. Wakilnya, Pak Amin Purnama juga jujur,” ujar Ketua YFC, Widiatmaja.

Widiatmaja mengaku sudah mengenal sang kandidat bupati sejak lama, karena kebetulan adiknya bernama Bambang bergabung juga dengan komunitas yang beranggotakan 135 pemilik mobil Fiat.

Testimoni juga disampaikan Antareja yang kebetulan Ketua GM FKPPI, bahwa untuk membawa Sleman ke kemajuan harus dilakukan oleh figur berpengalaman. Dalam hal ini satu-satunya sosok berpengalaman sebagai pemipmpin adalah Sri Muslimatun.

“Saya berdiri disini sebagai pribadi, tidak pakai seragam,” tukasnya.

Meski sebagai pribadi, tapi rekan-rekan di GM FKPPI yang setia mencapai 171 orang. Mereka bisa dipastikan tidak berbeda dia pilihan politiknya untuk Pilkada Sleman 2020.

Sikap yang sama disampaikan Suparno mewakili komunitas Tahlilan dan Campursari Cebongan maupun Sartiman dari Forum Komunikasi UMKM yang juga pengusaha holtikultura.

Merespon dukungan komunitas ini, Yoyong Wahyono dari Tim Relawan MuliA membeberkan ulang sejumlah sisi keunggulan Sri Muslimatun-Amin Purnama yang didukung koalisi parpol PKS, Golkar dan NasDem.

Siapa pun tahu, PKS dan Partai Golkar merupakan parpol yang sangat tidak bisa dilihat sebelah mata. Mesin politiknya akan berjalan terstruktur dan efektif. Para kader maupun simpatisannya memiliki tipologi taat pada kebijakan politik partai. Ketia partainya memutuskan mengusung sosok tertentu untuk Pilkada maupun Pilpres, maka semua kader dan simpatisannya hingga ke tingkat bawah akan mengikutinya. Demikian pula NasDem punya kecenderungan yang sama.

“Jadi demikian saudara-saudara, kami berterimakasih kepada seluruh komunitas. Dukungan oanjenengan semakin memperkuat kemenangan Bu Muslimatun dan Pak Amin Purnama yang diusung oleh ketiga parpol,” ujar Yoyong.

Dia juga menyatakan, salah satu program yang MuliA melalui visi misinya adalah bantuan dana Rp 100 juta yang akan digelontorkan sampai tingkat dusun. Total bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Jika nanti dtambah dana bantuan desa yang nilainya juga sama, maka berarti setiap dusun akan memeroleh Rp 2,4 miliar.

“Sekarang ini basis ekonomi harus ditumbuhkembangkan dari pedusunan. Jika dana tersebut dikelola secara baik, sangat dapat merealisasi penumbuhan dan peningkatan ekonomi desa. Bisa memroduksi apa saja, mencipta kemandirian dusun. Masyarakat tak perlu bergantung dengan pabrikan,” jelas mantan petinggi Partai Gerindra Sleman ini.

Acara deklarasi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dipungkasi doa bersama untuk kemenangan Sri Muslimatun-Amin Purnama. (Met)

 

 


share on: