Lagi, FKOR Unjukrasa Menentang dan Ajak Basmi Komunis

share on:
Pengunjukrasa ingatkan, komunis selalu memutarbalik fakta, adudomba memecah belah anak bangsa || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Ratusan orang dari bebagai ormas yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR), kembali unjukrasa menolak dan siap membasmi paham maupun perilaku komunisme, di komplek Pasar Seni Gabusan (PSG) Jalan Yogya-Parangtritis, Bantul, Minggu (19/7/2020).

Para pengunjukrasa ini berangkat dari titik kumpulnya masing-masing, selanjutnya berangkat menuju dan berkumpul di PSG. Setelah itu, mereka melanjutkan melakukan orasi sembari mengangkat poster perlawanan terhadap komunisme.

Ketua FKOR, Waljito SH dalam orasinya menyatakan janganlah ada berbagai upaya untuk membangkitkan dan  memunculkan kembali paham komunisme di Indonesia. Karena membahayakan untuk keutuhan NKRI. Sehingga komunisme harus dikubur dalam-dalam.

"Pancasila adalah falsafah bangsa Indonesia yang cocok dan pas. Kelima sila itu jaganlah diotak-atik ataupun diubah oleh pihak manapun. Entah itu diganti Tri Sila maupun Eka Sila," seru Waljito.

Apabila ada yang mengotak atik, harus dicegah dan diberantas karena membahayakan NKRI. Dalam hal pemberantasan komunisme ini, FKOR akan selalu siap siaga melakukannya.

Sementara itu, salah seorang orator, Mbah Joyo  menegaskan dan memperingatkan, jangan ada pihak manapun yang berani mengubah apalagi menghilangkan Pancasila.

"Apabila ada yang hendak mengubah Pancasila, kami siap untuk menghadapinya. Ini demi persatuan dan kesatuan bangsa, demi langgengnya NKRI yang telah diperjuangkan dan didirikan oleh para pendiri di masa lalu,” tegas Mbah Joyo.

Pemantauan yogyapos.com, menunjukkan dalam aksi kali ini, para demonstran juga menggelar hapening art penyadaran bahwa paham komunisme harus di kubur dalam-dalam karena sangat membahayakan keutuhan negara dan kebersatuan anak bangsa.
“Komunis selalu menjalankan praktik pemutarbalikan fakta, adu domba memecah belah anak bangsa,” seru pelaku hapening art sembari membawa dan membanting-banting bandoso (keranda) yang bertuliskan kubur dalam dalam komunisme. (Supardi)

 

 

 

 


share on: