Yogyapos.com (BANTUL) – Melibatkan ribuan pelajar, pergelaran 'Tari Selawat Montro' di Pantai Parangkusumo Kretek Kabupaten Bantul, Sabtu (2t6/8/2023), berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Rekor MURI kali ini berhasil dicetak sesudah lebih dari 10.000 siswa SMA, SMK dan MA se Kabupaten Bantul secara serentak menari tarian berdurasi sekitar 7 menit.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Tarian Selawat Montro merupakan tarian khas Bantul.
“Tarian ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram di masa Sultan Agung dan sudah tercatat sebagai warisan budaya tak benda di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada 2017,” katanya.
Warisan budaya tak benda ini merupakan tari original, asli Bantul. Tidak ada di tempat lain. Bukan ciptaan daerah lain.
Di zaman Sultan Agung, tari montro dijadikan penyemangat prajurit sebelum perang. Disamping memiliki gerakan enerjik, syair-syairnya menggugah semangat dan penyadaran bahwa hidup itu harus bermakna atau bermanfaat dan perjuangan itu harus mengingat kepada yang Maha Kuasa.
Kwintarto menyebut tari yang memiliki gerak enerjik ini sesuai aslinya berdurasi kurang lebih 12 menit. Tari ini telah dimodifikasi menjadi tari kreasi Montro. Tujuannya agar dengan mudah dipelajari oleh anak-anak. Namun kreasi Montro ini tidak menghilangkan makna dari versi originalnya.
Kwintarto mengaku cukup puas atas penyelenggaraan pemecahan rekor MURI ini. Pasalnya antusiasme pelajar SMA, SMK dan MA di Bantul tak disangka sangat luar biasa. Ia hanya mentargetkan 10.000 peserta, namun kenyataannya yang hadir lebih dari target tersebut.
“Informasinya lebih dari 10 ribu, karena memang yang terdata 10 ribu, tapi beberapa hari sebelum pelaksanaan, masih banyak yang mendaftar. Alhamdulillah antusias generasi muda cinta dengan seni dan budaya sangat kuat, ini perlu dipelihara,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengapresiasi para siswa yang telah berhasil mencetak rekor MURI ini. Namun, lebih jauh dari sekadar prestasi itu, bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian generasi muda melestarikan kebudayaannya.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh siswa siswi SMA /SMK /MA, kepala sekolah dan guru guru terutama guru kesenian yang telah melakukan pembinaan dan arahan atas pengembangan seni tradisi di sekolah sekolah,” ujarnya. (Spd)
