Yogyapos.com (SLEMAN) - Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dengan DIY terus menunjukkan aktivitasnya. Hingga kini dalam status level III (siaga).
Berdasarkan pengamatan hingga Jumat (26-01-2024) pukul 00.00 - 06.00 WIB, teramati 5 kali guguran lava ke arah barat daya atau ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
BACA JUGA: Dari Jantung Taiwan, Poros BMI Siap Menangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
“Secara visual terpantau asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 500 meter di atas puncak kawah,” kata petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Susanta
didampingi Yulianto, Jumat (26/1/2024).
Dijelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km.
“Di Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” jelasnya.
BACA JUGA: Pelantikan KPPS di Sleman Disuguhi 'Snack Takziyah', Berikut Penjelasan KPU
Lebih lanjut dikatakan, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” tandasnya. (Opo)
