LKJ Sekar Pangawikan Gelar Workshop Penulisan Dongeng Sleman Berbahasa Jawa

share on:
Workshop penulisan dongeng Sleman berbahasa Jawa || YP- Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pendidikan karakter untuk usia dini merupakan fondasi yang penting bagi tumbuh kembang anak. Salah satu media yang efektif digunakan adalah dongeng sesuai konteks, sehingga anak-anak tidak lepas dari identitas dan kepribadiannya. Itulah kenapa kita perlu mengeksplorasi khazanah budaya dan menulisnya menjadi dongeng.

Demikian benang merah pelaksanaan workshop penulisan dongeng Sleman berbahasa Jawa yang digelar di Pendopo Embung Senja Tirtoadi Mlati Sleman, Sabtu (16/7/2022).

Workshop digelar oleh Lembaga Kebudayaan Sleman (LKJ) Sekar Pangawikan bekerja sama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Sleman, Bumdes Tirtamas, dan yogyapos.com dengan fasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Sleman.

Worshop yang mengambil tema ‘Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Melalui Cerita Rakyat Sleman’ diikuti oleh para guru PAUD dari 17 kapanewon di Sleman. Bertindak sebagai narasumber Kun Andyan Anindito MLi (dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Direktur Penerbit Gambang Budaya) dengan moderator Sri Lestari SPd (Kepala KB Alam Uswatun Khasanah).

Dalam laporannya Ketua LKJ Sekar Pangawikan R Bambang Nursinggih SSn yang juga salah satu narasumber menyampaikan, workshop dimaksudkan untuk mengeskplorasi kekayaan budaya Sleman.

“Selain sebagai bekal bagi anak juga bisa melestarikan tradisi yang hidup dalam kehidupan masyarakat Sleman,” jelasnya.

Sementara itu Dinas Pendidikan Sleman diwakili Pengawas TK, Sasmiati MPd menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru PAUD dan TK baik formal maupun nonformal.

“Metode yang terbaik bagi anak adalah dongeng atau cerita. Para guru masih berusia muda yang kurang dididik dengan bahasa Jawa. Maka workshop ini sangat bermanfaat karena bukan hanya menyampaikan dongeng tetapi juga menulisnya dengan bahasa Jawa dan dibuat antologi,” ujarnya.

Kepada yogyapos.com Ketua HIMPAUDI Sleman Sri Nurdiati SPd menyambut positif pelaksanaan workshop tersebut. “Kegiatan workshop hari ini sangat mendukung pembelajaran di level PAUD kaitannya dengan kembali ke kearifan lokal. Jadi anak-anak akan mengenal budaya sendiri melalui cerita rakyat yang ada di dekatnya, tak hanya mengenal Ultraman. Nah, sebelum bisa menyampaikan ke anak didik, gurunya dulu harus diberi fondasi yang benar bagaimana cara berbahasa Jawa yang baik dan benar. Karena merekalah penerus budaya kita,” tandasnya.

Harapannya, lanjut Nurdiati, kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dalam skala yang lebih luas lagi. “Peserta workshop ini masih terbatas untuk melalukan pengimbasan, sementara jumlah PAUD di Sleman sangat banyak. Dengan dilaksanakan secara berkelanjutan, para guru PAUD kita bisa lebih siap dan merasakan apa yang teman-teman hari ini laksanakan,” pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan workshop  Kasi Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan Sleman Ita Kurniawati SIP MPA, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sleman Sri Mardianti, SPd, Direktur Bumdes Tirtamas Wahjudi Djaja SS MPd, Kepala Dukuh Sendari Sumarta dan jajaran pengurus HIMPAUDI Kabupaten Sleman.  (Iud)

 

 


share on: