Lurah Trimurti: Pasar Rakyat Bendo Gerakkan Perekonomian Masyarakat

share on:
Dukuh Bendo, wisman asal Jepang, Lurah Trimurti dan Bhabinkamtibmas di pasar rakyat Bendo || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Pasar rakyat bisa dikembangkan menjadi penggerak potensi perekonomian rakyat yang bisa mendatangkan wisatawan. Apalagi sektor pariwisata sekarang menjadi tulang pungung perekonomian masyarakat. Dengan adanya pasar mingguan Bendo ini peluang terbuka di masa depan baik bagi warga Bendo maupun Trimurti. Kehadiran beragam komunitas yang mensuport warga Bendo akan memberikan semangat tersendiri bagi Kalurahan Trimurti.

Demikian Lurah Trimurti Agus Purwaka ST saat ditemui yogyapos.com, di arena pasar rakyat Dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul (Minggu (1/11/2020). Pihaknya sangat mendukung keberadaan pasar rakyat Bendo. Karena banyak warga yang terdampak pandemi, tetapi dengan aktivitas dan kreativitas seperti digelarnya pasar rakyat ini akan sangat membantu membangkitkan semangat usaha mereka..

“Trimurti juga kaya dengan sektor industri dan UMKM. Setiap padukuhan ada usaha UMKM seperti bakpia. Ada juga pengembangan olahan kelapa untuk produk unggulan kita. Semoga upaya ini ke depan bisa membanggakan,” harapnya. 

Sementara itu Kepala Dukuh Bendo, Partono, mengaku optimis apa yang dirintis oleh anak-anak muda ini akan mampu menjawab kesulitan masyarakat. Pasar rakyat ini sementara digelar dua minggu sekali. Bukan karena tidak siap tetapi seminggu sekali saja ibu-ibu sudah merasa kecapekan.

“Capek bukan karena apa-apa tetapi tiap buka tidak sempat istirahat karena tingginya antusiasme pembeli. Namun ke depan akan kami gelar seminggu sekali setelah manajemen wisata kami benahi dengan memaksimalkan semua kelompok kerja,” ujarnya.

Sedangkan dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Wahjudi Djaja MPd selaku fasilitator mengingatkan pentingnya pendataan peserta UMKM yang ikut jualan di pasar rakyat Bendo.

“Selain pembenahan manajemen wisata yang harus ditingkatkan peranannya, juga penting untuk mendata berapa UMKM yang terlibat. Ini penting karena nilai transaksi mereka akan menjadi barometer keberhasilan pasar rakyat,” pesannya.

Sisi lain yang perlu diperhatikan, lanjutnya, adalah penataan lapak atau tempat jualan dengan alur yang jelas agar bersih dan sehat sekaligus untuk mengurangi potensi pengumpulan massa.

Pasar rakyat Bendo yang dibuka sejak pukul 07.00 dipenuhi warga dari berbagai daerah. Beragam komunitas seperti komunitas onthel dan rombongan wisatawan Yogyakarta yang mau ke kawasan pantai terlihat memenuhi ruang-ruang dusun di tepi Kali Progo itu. Hadir dalam pembukaan pasar rakyat Bendo antara lain Brigadir Eko Rustamaji (Bhabinkamtibmas Trimurti), komunitas mahasiswa ISI Yogyakarta, termasuk wisatawan asal Jepang. (Iud)

 

 

 


share on: