Yogyapos.com (BANTUL) – Puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) berlangsung di Pendapa Parasamya, Kabupaten Bantul, Kamis (1/5/2025).
Berbagai kegiatan mewarnai agenda tahunan ini, diantaranya pemberian penghargaan kepada para tenaga kerja berprestasi dan pemenang lomba, dan pentas tarian Jawa.
BACA JUGA: APJI Tegaskan Peran Strategis Jasa Boga dalam Ketahanan Pangan
"Acara kali acara diikuti sekitar 1.500 tenaga kerja dan pengusaha. Sedangkan yang mengadakan di acara serupa tersebar di Bantul ada sekitar 7.000 orang,” kata Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh Internasional 2025 Kabupaten Bantul, Suhadi, di sela acara ini.
BACA JUGA: Kisruh Tanah Mbah Tupon, Bibit Rustamto Mendorong Pengaduan ke Polisi
Tema May Day 2025 yakni ‘Bersama Dalam Harmoni Bersatu Membangun Negeri Kabupaten Bantul’, intinya adalah untuk berupaya memperkokoh kebersamaan antara pengusaha dan pekerja dalam memajukan dunia usaha sebagai penguatan perekonomian masyarakat.
Pemberian hadian dan penghargaan || YP-Supardi
"Yang ikut di acara ini jumlahnya memang terbatas dan pengusahanya sekitar 17 orang, namun diharapkan tujuannya akan tercapai,” tandas Suhadi.
BACA JUGA: Ini Komentar Ketua DPRD Sleman Tentang Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Bupati Bantul Abdul Halim Musslih, mengatakan Pemkab Bantul sangat membutuhkan harmoni antara pekerja dan pengusaha.
"Pemkab Bantul sebagai orang tua akan senang jika harmoni itu kuat. Kami akan susah jika tak ada harmoni," ungkap Halim.
Hiburan tarian Jawa || YP-Supardi
Penguatan ekonomi sangat dibutuhkan sebagai upaya memajukan ekonomi yang semakin kompetitif di berbagai tingkatan.
BACA JUGA: Kuliah Umum di UWM, Dari Komunikasi Politik Sampai Perang Dagang Global
"Yang menjadi kendala dan tantangan utamanya bagi Indonesia termasuk Bantul berupa kebijakan barang ekspor ke Amerika Serikat harus membayar pajak mahal. Hal ini menjadi barang asal Indonesia kurang kompetitif,” ungkapnya.
“Untuk menanggulanginya maka harus ada harmoni yang kuat di Bantul,” pungkas Bupati. (Spd)
