Menu Kuliner Langka Disajikan dalam Dhaup Ageng Pakualaman

share on:

Yogyapos.com (YOGYA) - Pahargyan atau Resepsi hajat budaya Dhaup Ageng Paku Alaman menyajikan menu kuliner yang jarang ditemui masyarakat biasa. Menu ini merupakan menu khusus yang hanya disajikan untuk para tamu pada acara-acara resmi yang digelar oleh Pura Pakualaman.

BACA JUGA: Usai Hadiri Dhaup Ageng, Anies Baswedan Kunjungi Kampung Relawan AMIN di Pakualaman

Panitya Dhaup Ageng KRT Radyo Wisroyo menyampaikan, selain menu khusus yang disajikan untuk para tamu, penyajian makanan juga tidak biasa. Jika pada pernikahan biasa para tamu dipersiahkan untuk mengambil makanan secara prasmanan, tetapi untuk kali ini para tamu dilayani.

“Para tamu dipersilahkan tetap lenggah (duduk-red) dan minuman maupun makanan disuguhkan oleh para panitia yang bertugas,” ujar Wisroyo kepada sejumlah awak media di ruang Media Centre Dhaup Ageng.

Dijelaskan Wisroyo, pesta duduk ini sangat biasa dilakukan pada masa 60-an. Namun sekarang budaya pesdta semacam ini sudah mulai langka. Hal ini yang menjadi ciri khas dari suguhan hajatan di Pakualaman lainnya seperti wiyosan dalem maupun hajatan lainnya.

BACA JUGA: Mahfud MD Jadi Saksi Pernikahan Dhaup Ageng Pakualaman, Begini Komentarnya

Mengenai menu yang disajikan untuk para tamu, kali ini tidak ada perbedaan. Hal ini sebagai bentuk kesetaraan dari Pura Pakualaman dalam memperlakukan para tamu yang hadir. Sebab dalam pandangan Paku Alam X selaku tuan rumah, semua tamu memang wajib dihormati sehingga harus diperlakukan sama.

Adapun ciri khas dari makanan dan minuman yang disajikan antara lain adalah Setup Jambu, Kue DarulinaSop Pindang Serani, Nasi Hijau, Mangut Salmon, Bebek Asap, dan ditutup dengan minuman Es Buah. Beberapa menu kuliner ini disajikan sebelum tampilnya Tari Bedhaya karena semua aktifitas dihentikan saat Tari Bedhaya ini dipentaskan.

“Semua aktivitas dihentikan saat Tari Bedhaya dipentaskan, karena Tarian tersebut dianggap sangat sakral,” ujar Wisraya.

Usai Pahargyan hari pertama, esok hari akan dilanjutkan dengan Pahargyan hari ke-2 dan untuk menu yang disajikan juga akan berbeda.

“Untuk Pahargyan hari ke dua, akan disajikan makanan dan minuman kegemaran pengantin kakung (pengantin pria),” ujar Wisroyo. (Sulistyawan Ds)

 

 


share on: