Yogyapos.com (YOGYA) - Merayakan ditetapkannya 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara (HPKN), Yogya Royal Orchestra Kraton Yogyakarta melakukan selebrasi dengan menggelar konser di Istana Negara Kepresiden di Yogyakarta (Gedung Agung) Jalan A Yani Yogyakarta..
Konser ini dapat dinikmati secara live melalui kanal youtube Kraton Yogyakarta mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Agenda selebrasi ini merupakan bentuk kerjasama Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) dengan Kementerian Dalam Negeri, Kemenpolhukam, Kemensetneg, Kemenhan, Kemensos, Kemenkum HAM, dan Kemendikbud Ristek.
KPH Notonegoro selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menjelaskan, terdapat enam repertoar musik yang dibawakan YRO dalam selebrasi kali ini yakni Indonesia Pusaka, Tanah Airku, Sepasang Mata Bola, Mars Yogja Kembali, Yogjakarta, dan Himne Serangan Umum 1 Maret.
“Khusus untuk Selebrasi Hari Penegakan Kedaulatan Negara ini, Ngarsa Dalem memberi dhawuh untuk mencipta satu bentuk lagu. Sehingga terciptalah Himne Serangan Umum 1 Maret ini yang menjadi Yasan Dalem Enggal Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan terinspirasi dari peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 tersebut. Himne ini diciptakan untuk format choir dan orkestra, dengan lirik berbahasa Jawa yang terinspirasi dari Sekar Macapat Durma,” ujar Notonegoro kepada sejumlah wartawan di Kraton Yogyakarta Rabu (30/3/2022) siang.
Noto menambahkan, Himne Serangan Umum 1 Maret diciptakan untuk format choir dan orkestra, mengambil konsep perpaduan idiom musik Jawa yaitu Laras Pelog Patehet Barang dengan medium musik klasik Barat. Nuansa dalam lagu ini dibangun dengan maksud untuk menyampaikan rasa cemas, haru, tertantang, geram, dan bercampur rasa nasionalisme yang pada saat itu dirasakan oleh para pemimpin bangsa Indonesia dan seluruh pejuang yang sedang membela kedaulatan negara pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, momen selebrasi ini bertujuan sebagai sarana sosialisasi tentang HPKN. Diharapkan, Hari Penegakan Kedaulatan Negara beserta tujuan dan semangatnya dapat tersampaikan dengan baik kepada Kementerian dan Lembaga terkait, serta para stakeholders sebelum kemudian disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya dengan kegiatan ini, HPKN dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadi semangat untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
“Penetapan 1 Maret sebagai Hari Besar Nasional telah melalui proses panjang. Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY telah memulai usulan penetapan sejak tahun 2018. Peristiwa Serangan Umum 1 Maret tersebut dinilai memiliki makna penting bagi penegakkan dan pengakuan kedaulatan negara baik dari dalam maupun dari luar, karena peristiwa ini membuka mata dunia internasional bahwa Indonesia masih ada dan mampu memberikan perlawanan kepada Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia,” tandas Dian.
Adapun penetapan Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai lokasi konser, terang Dian, hal tersebut didasarkan atas keterikatan, fungsi dan sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, yang pada saat itu Istana Kepresidenan di Yogyakarta merupakan pusat kegiatan pemerintahan dan kediaman resmi kepala negara. (*/Sulistyawan Ds)
